Minggu, 11 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?

Dalam healing forest, seluruh panca indera harus dapat menyatu dengan alam.

Minggu, 28 Juni 2026
A A
Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.

Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hutan dinilai memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar kawasan hijau. Selain berfungsi sebagai penyerap karbon dan penjaga ekosistem, hutan juga berkontribusi langsung terhadap kesehatan manusia melalui konsep healing forest atau hutan menjadi tempat terapi. Tak heran, hutan menjadi jujugan masyarakat perkotaan di tengah peningkatan tekanan hidup dan ancaman triple planetary crisis (perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan).

Diakui Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Siti Badriyah Rushayati menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan paparan lingkungan hutan memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik maupun mental. dengan demikian, jasa lingkungan hutan tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan iklim dan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan manusia melalui konsep healing forest.

“Paparan udara hutan dapat meningkatkan aktivitas natural killer cells yang berperan melawan infeksi dan sel kanker. Terapi hutan juga terbukti mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesehatan mental,” ungkap Siti dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, Sabtu, 27 Juli 2026.

Manfaat tersebut tidak terlepas dari keberadaan phytoncide, yakni senyawa volatil alami yang dihasilkan tumbuhan sebagai mekanisme pertahanan terhadap mikroorganisme, serangga, maupun tekanan lingkungan. Bagi manusia, senyawa ini memiliki berbagai manfaat kesehatan.

Phytoncide memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Paparan senyawa ini secara teratur juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan mental.

Meski demikian, healing forest tidak dapat dilakukan sembarangan. Lokasi terapi harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti tingkat kebisingan yang rendah, kualitas udara yang baik, kondisi medan yang aman, serta suasana yang mampu memberikan ketenangan bagi pengunjung.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB UniversityHealing ForestSenyawa PhytoncideTriple Planetary Crisis

Editor

Next Post
Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.

Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media