Wanaloka.com – Hutan dinilai memiliki peran yang jauh lebih luas dibanding sekadar kawasan hijau. Selain berfungsi sebagai penyerap karbon dan penjaga ekosistem, hutan juga berkontribusi langsung terhadap kesehatan manusia melalui konsep healing forest atau hutan menjadi tempat terapi. Tak heran, hutan menjadi jujugan masyarakat perkotaan di tengah peningkatan tekanan hidup dan ancaman triple planetary crisis (perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan).
Diakui Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Siti Badriyah Rushayati menjelaskan, berbagai penelitian menunjukkan paparan lingkungan hutan memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik maupun mental. dengan demikian, jasa lingkungan hutan tidak hanya berperan dalam menjaga ketahanan iklim dan ekosistem, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesehatan manusia melalui konsep healing forest.
“Paparan udara hutan dapat meningkatkan aktivitas natural killer cells yang berperan melawan infeksi dan sel kanker. Terapi hutan juga terbukti mampu menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kesehatan mental,” ungkap Siti dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, Sabtu, 27 Juli 2026.
Manfaat tersebut tidak terlepas dari keberadaan phytoncide, yakni senyawa volatil alami yang dihasilkan tumbuhan sebagai mekanisme pertahanan terhadap mikroorganisme, serangga, maupun tekanan lingkungan. Bagi manusia, senyawa ini memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Phytoncide memiliki sifat antioksidan yang dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Paparan senyawa ini secara teratur juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan mental.
Meski demikian, healing forest tidak dapat dilakukan sembarangan. Lokasi terapi harus memenuhi sejumlah persyaratan, seperti tingkat kebisingan yang rendah, kualitas udara yang baik, kondisi medan yang aman, serta suasana yang mampu memberikan ketenangan bagi pengunjung.






Discussion about this post