Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hutan Tropis Butuh Klon Unggul untuk Adaptasi Perubahan Iklim

Untuk melihat dampak perubahan iklim, salah satunya dengan melihat kondisi hutan. Perlu spesies-spesies tanaman hutan yang bisa bertahan.

Kamis, 6 Oktober 2022
A A
Tegakan pohon jati di hutan Wanagama, Gunung Kidul, Yogyakarta, merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK), salah satu hutan di Pulau Jawa yang berhasil dihijaukan kembali. Foto wanaloka.com

Tegakan pohon jati di hutan Wanagama, Gunung Kidul, Yogyakarta, merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK), salah satu hutan di Pulau Jawa yang berhasil dihijaukan kembali. Foto wanaloka.com

Share on FacebookShare on Twitter

“Kami ingin dapat berkontribusi dalam pengelolaan hutan lestari di Indonesia,” harap Sigit.

Baca Juga: MoU Indonesia-Norwegia untuk Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca di Sektor Kehutanan

Selain itu, riset ini juga diharapkan memberi manfaat timbal balik untuk peningkatan kualitas penelitian dan implementasi hutan tropis di Indonesia. Juga memperkuat penelitian kolaboratif antara Indonesia dan Jepang.

“Terutama dalam pengelolaan hutan lestari dan mitigasi perubahan iklim,” kata Sigit.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kawasan hutan Indonesia dikelola sesuai dengan tiga fungsi, yaitu hutan produksi, hutan konservasi, dan hutan lindung. Luas hutan produksi di Indonesia saat ini 68,8 juta hektare yang dikonsesi menempati area 30,07 juta hektare, sedangkan sisanya tidak memiliki konsesi.

Baca Juga: Mengenal Hutan Mangrove ‘Sotek’ yang Dikunjungi Dua Menteri Lingkungan Hidup

Selanjutnya dari areal yang diberikan konsesi tersebut, sekitar 62 persen dikembangkan untuk hutan tebang pilih kayu hutan alam dimana 36 persen diperuntukan untuk penanaman kayu industri. Sementara penanaman hutan lainnya di Pulau Jawa seluas 2,4 juta hektare yang didominasi oleh tanaman jati.

KLHK juga berharap riset tersebut memberikan dampak upaya peningkatan konservasi hutan di Indonesia. Juga memberikan dampak sosial maupun ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan.

“Kementerian LHK juga tengah mendorong pengembangan kawasan hutan tropis sekunder untuk mendukung hutan Indonesia tetap lestari,” kata Direktur Pengendalian Usaha Pemanfaatan Hutan KLHK, Khairi Wenda. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Kehutanan UGMhutan tropisketahanan hutan tropisKLHKklon unggulmitigasi perubahan iklimpengelolaan hutan lestariperubahan iklimprogram pemuliaan tanamansilvikultur intensifUGM

Editor

Next Post
Ilustrasi gila kerja. Foto lukasbieri/pixabay.com

Penggila Kerja, Waspada Hustle Culture dan Imposter Syndrome

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media