Selasa, 26 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penggila Kerja, Waspada Hustle Culture dan Imposter Syndrome

Bekerja terlalu keras hingga melupakan kesenangan ternyata tak baik untuk kesehatan mental. Apalagi demi mengejar target tinggi.

Kamis, 6 Oktober 2022
A A
Ilustrasi gila kerja. Foto lukasbieri/pixabay.com

Ilustrasi gila kerja. Foto lukasbieri/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hati-hati bagi penggila kerja alias workaholic yang hidup dengan ritme serba cepat, hanya mengejar target dan target untuk harapan yang tinggi. Tren pekerja yang banyak dijumpai zaman kini. Dan ternyata gaya hidup hustle culture dan imposter syndrome itu bisa menjadi toksik yang berbahaya bagi kesehatan mentalnya. Apakah itu?

Lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair), Pauline Ciuputri menjelaskan, hustle culture merujuk pada kebiasaan seseorang yang bekerja terlalu keras hingga mengorbankan kesenangan diri. Gaya hidup ini diadopsi sebagai mekanisme pertahanan untuk memenuhi kebutuhan dan melampaui harapan yang tinggi.

Pauline mencontohkan kasus kemiskinan akibat pandemi. Berdasarkan data ADB 2021, ada 10,1 persen penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sekitar 27,6 juta orang mau tidak mau harus kerja keras demi bertahan hidup, belum lagi karena dampak pandemi.

Baca Juga: Stop Stigma Buruk, Gangguan Kesehatan Mental Lekas Pulih

Belum lagi penggunaan media sosial yang berpotensi menormalisasi budaya kerja berlebih. Padahal berdampak menimbulkan kelelahan fisik dan mental.

“Dan orang-orang yang mencapai hal-hal luar biasa justru menganggapnya biasa saja. Tidak heran menjadi sebuah rutinitas,” kata Pauline dalam webinar internasional bertajuk “Nowadays Trend: Hustle Culture and Imposter Syndrome. Productivity or Workaholic?”, 1 Oktober 2022.

Sementara tren budaya gila kerja yang banyak dianut generasi muda justru berpotensi menjadi toksik saat seseorang masih meragukan dirinya terkait usaha dan prestasi yang telah diraih. Para ahli menyebut dengan istilah imposter syndrome sebagai kondisi psikologis yang dapat dialami siapa saja. Terlepas dari pekerjaan atau status sosial.

Baca Juga: Pelatihan Konvensi Hak-hak Penyandang Disabilitas Mental Digelar di Yogyakarta

Survei ilmiah terbaru mencatat bahwa lebih dari 70 persen orang di dunia pernah berurusan dengan pengalaman tersebut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bekerja kerasgaya hiduphustle cultureimposter syndromekesehatan mentalpenggila kerjatren pekerjaworkaholic

Editor

Next Post
Dampak banjir Jakarta, Kamis, 6 Oktober 2022, tiga pelajar MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan meninggal dunia. Foto BPBD Jakarta Selatan.

Ini Hasil Kaji BPBD Dampak Banjir Menewaskan 3 Pelajar MTsN 19 Jakarta

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media