Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

I Gede Wenten: Integrasi Teknologi dan Seni akan Menjadi Sesuatu

Teknologi dan seni bukan mustahil berkolaborasi. Baik dari disiplin keilmuan, maupun dari orang-orang yang mumpuni dalam bidang teknologi dan seni. Produk-produk inovasinya sudah digunakan sehari-hari.

Selasa, 2 Agustus 2022
A A
Guru Besar ITB, Prof. I Gede Wenten. Foto itb.ac.id.

Guru Besar ITB, Prof. I Gede Wenten. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Gagasan Wenten lainnya di bidang seni adalah Modern Tropical Coastal Civilization. Yaitu gagasan untuk membangun peradaban baru di pesisir pantai tropis yang selama ini kurang dimaksimalkan potensinya. Inovasi itu mempertimbangkan carbon credit, aquaculture/ocean farming, energy/electricity, mineral/water, recreational, dan maritime security.

Baca Juga: Sukses Invensi Mesin Sangrai Kopi, BRIN Lirik Teknologi Fermentasi ‘Mutiara Hitam’

“Harus dipertimbangkan lagi karena Indonesia punya 17.000 pulau. Juga negara yang ada di garis equator,” kata Wenten.

Inovasi-inovasi melalui integrasi teknologi dan seni, menurut Wenten bisa diterapkan di perguruan tinggi, ITB misalnya. Mengingat kampus itu memiliki motto globally respected and locally relevan. Dia berharap ITB yang tengah berusaha melebarkan perannya dalam pengabdian masyarakat bisa berperan maksimal dan berbasis pada prinsip ilmiah yang kuat.

“Jika ranah seni rupa bersatu dengan teknologi, maka akan menjadi sesuatu,” kata Wenten. [WLC02]

Sumber: itb.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ITBProf I Gede Wentenproyek filtrasi air sungai yang dinamakan Mata Air Ibu di Imah Budaya Cigondewahteknologi dan seni

Editor

Next Post
Dipicu hujan lebat dan jebolnya tanggul sebabkan Desa Anggoro di Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara dilanda banjir. Foto Dok BNPB

Lima Wilayah Sulawesi Tenggara Status Waspada Dampak Hujan Lebat Esok Hari

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media