Kamis, 2 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

I Gede Wenten: Integrasi Teknologi dan Seni akan Menjadi Sesuatu

Teknologi dan seni bukan mustahil berkolaborasi. Baik dari disiplin keilmuan, maupun dari orang-orang yang mumpuni dalam bidang teknologi dan seni. Produk-produk inovasinya sudah digunakan sehari-hari.

Selasa, 2 Agustus 2022
A A
Guru Besar ITB, Prof. I Gede Wenten. Foto itb.ac.id.

Guru Besar ITB, Prof. I Gede Wenten. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Gagasan Wenten lainnya di bidang seni adalah Modern Tropical Coastal Civilization. Yaitu gagasan untuk membangun peradaban baru di pesisir pantai tropis yang selama ini kurang dimaksimalkan potensinya. Inovasi itu mempertimbangkan carbon credit, aquaculture/ocean farming, energy/electricity, mineral/water, recreational, dan maritime security.

Baca Juga: Sukses Invensi Mesin Sangrai Kopi, BRIN Lirik Teknologi Fermentasi ‘Mutiara Hitam’

“Harus dipertimbangkan lagi karena Indonesia punya 17.000 pulau. Juga negara yang ada di garis equator,” kata Wenten.

Inovasi-inovasi melalui integrasi teknologi dan seni, menurut Wenten bisa diterapkan di perguruan tinggi, ITB misalnya. Mengingat kampus itu memiliki motto globally respected and locally relevan. Dia berharap ITB yang tengah berusaha melebarkan perannya dalam pengabdian masyarakat bisa berperan maksimal dan berbasis pada prinsip ilmiah yang kuat.

“Jika ranah seni rupa bersatu dengan teknologi, maka akan menjadi sesuatu,” kata Wenten. [WLC02]

Sumber: itb.ac.id

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ITBProf I Gede Wentenproyek filtrasi air sungai yang dinamakan Mata Air Ibu di Imah Budaya Cigondewahteknologi dan seni

Editor

Next Post
Dipicu hujan lebat dan jebolnya tanggul sebabkan Desa Anggoro di Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara dilanda banjir. Foto Dok BNPB

Lima Wilayah Sulawesi Tenggara Status Waspada Dampak Hujan Lebat Esok Hari

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media