Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Produksi Kendaraan Listrik, Pembangkit Listrik Masih dari Batu Bara

Produksi kendaraan listrik berpolemik. Subsidinya berpotensi tak tepat sasaran. Juga bermasalah bagi masyarakat dan lingkungan.

Rabu, 14 Juni 2023
A A
Prototipe kendaraan listrik tanpa pengemudi yang dikembangan BRIN. Foto brin.go.id.

Prototipe kendaraan listrik tanpa pengemudi yang dikembangan BRIN. Foto brin.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi Indria, kendaraan listrik merupakan salah satu solusi untuk menangani krisis iklim yang dihadapi ke depan. Artinya, transisi energi merupakan hal penting yang diperlukan ke depan. Apalagi Indonesia menargetkan new renewable pada 2060.

“Apakah kita bisa transisi energi? Bisa,” ucap Indria.

Komitmen super Indonesia untuk mencapai target net zero 2060 memunculkan pertanyaan lain. Apakah Indonesia punya pengembangan mobil listrik?

Baca Juga: Tahun Politik 2024, Walhi Serukan Konsolidasi Keadilan Sosial Ekologis

“Indonesia jelas punya potensi, negara super kaya. Punya maritim dengan segala macamnya. Punya nikel,” kata Indria.

Indonesia sudah memiliki hukum tertulis berupa Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 mengenai korelasi antara kendaraan listrik dengan pengurangan emisi. Persoalannya, yang menjadi fokus tidak semata-mata pada kekayaan. Harus pula dipikirkan dampak bagi masyarakat dan lingkungan.

“Indonesia belum memikirkan dampaknya. Contohnya kesiapan infrastuktur. Stasiun pengisian kendaraan listrik di negeri ini belum tersedia dengan baik,” ungkap Indria.

Baca Juga: Yogyakarta Diguncang Gempa Dangkal 6,0 Magnitudo Aftershocks 29 Kali Terjadi

Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Timur Wahyu Eka Setyawan menambahkan bahwa pengembangan kendaraan listrik termasuk dalam komitmen transisi energi. Dan mengapa kendaraan listrik menjadi wujud target mencapai net zero emission?

“Karena emisinya tiga kali lebih rendah dari mobil konvensional. Ke depan tentu ada prediksi peningkatan kendaraan listrik di Indonesia. Itu disambut pemerintah Indonesia,” ungkap Wahyu.

Namun ada dilema yang muncul dan harus dipikirkan bersama.

“Akan jadi pertanyaan ketika produksi kendaraan listrik kita besar, tetapi pembangkit listrik kita masih dari batu bara,” jelas Wahyu.

Baca Juga: Kemarau Lebih Kering Tujuh Provinsi Ini Berpotensi Karhutla Lebih Besar

Alternatif rekomendasi, menurut Wahyu, Indonesia harus konsekuen dengan emisi. Perlu dipikirkan energi lain yang dibutuhkan selain listrik.

“Energi tidak melulu listrik. Kita memiliki energi lainnya,” terang Wahyu.

Ia pun mengingatkan terkait alternatif energi harus konsekuen dengan kebijakan, tidak menguntungkan beberapa orang saja. Jadi butuh komitmen jelas untuk negara ini.

“Kita butuh komitmen dan eksistensi untuk transisi energi. Bukan melarikan diri ataupun solusi palsu untuk memerangi perubahan iklim,” ucap Wahyu. [WLC02]

Sumber: DPR, Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: energi baru terbarukanKementerian ESDMKementerian Perindustriankendaraan listriknet zero emissionspembangkit listrik

Editor

Next Post
Ilustrasi terumbu karang di bawah laut. Foto DesignNPrint/pixabay.com.

KKP Berdalih Ekspor Pasir Laut Cegah Kerusakan Terumbu Karang

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media