Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Indonesia Produksi Kendaraan Listrik, Pembangkit Listrik Masih dari Batu Bara

Produksi kendaraan listrik berpolemik. Subsidinya berpotensi tak tepat sasaran. Juga bermasalah bagi masyarakat dan lingkungan.

Rabu, 14 Juni 2023
A A
Prototipe kendaraan listrik tanpa pengemudi yang dikembangan BRIN. Foto brin.go.id.

Prototipe kendaraan listrik tanpa pengemudi yang dikembangan BRIN. Foto brin.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pagu Indikatif Rencana Kerja dan Anggaran-Kementerian/Lembaga Tahun 2024 Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) naik dari semula Rp6,78 triliun menjadi Rp11,07 triliun atau meningkat sebesar Rp4,29 triliun. Besaran kenaikan pagu tersebut merupakan ksepakatan Komisi VII DPR dengan Kementerian ESDM dengan dalih untuk meningkatkan kinerja dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor ESDM.

Tambahan anggaran sebesar Rp4,29 triliun tersebut dialokasikan untuk program-program strategis nasional dan kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Meliputi kekurangan Pipa Gas Bumi Cisem Tahap II Ruas Batang Cirebon-KHT, program Pipa Gas Bumi Ruas Dumai – Sei Mangkei, konversi Mitan ke CNG, tambahan Bantuan Pasang Baru Listrik untuk 120.000 Rumah Tangga, pembangunan 22.000 titik PJU-TS , pembangunan PLTMH (2 unit) dan insentif Konversi Motor BBM ke Motor Listrik sebanyak 50.000 Unit.

“Anggaran tersebut akan digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kinerja, peningkatan PNBP juga peningkatan ketahanan kemandirian energi nasional,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta pada 13 Juni 2023.

Baca Juga: FAO Prediksi 2050 Dunia Kelaparan Akibat Pemanasan Global

Subsidi Kendaraan Listrik Dinilai Tak Transparans
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi VII DPR Mulyanto mempertanyakan asal usul anggaran subsidi pembelian kendaraan listrik di APBN 2023 Kementerian Perindustrian. Lantaran dalam beberapa kali rapat kerja Komisi VII DPR dengan Kementerian Perindustrian, anggaran tersebut belum pernah dibicarakan.

“Tiba-tiba anggaran tersebut muncul dalam APBN 2023 Kementerian Perindustrian,” ujar Mulyanto dalam Rapat kerja Komisi VII DPR dengan Menteri Perindustrian di ruang rapat Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta pada 12 Juni 2023.

Seharusnya sesuai dengan fungsi anggaran DPR, anggaran Kementerian, baik yang bersifat reguler, perubahan atau tambahan dibahas bersama antara pihak kementerian dengan komisi terkait. Sementara, Politisi Fraksi PKS ini menilai anggaran subsidi kendaraan listrik yang semula tidak ada pembahasan dengan Komisi VII DPR, tiba-tiba ada anggaran tambahan untuk subsidi kendaraan listrik pada APBN 2023.

Baca Juga: Prof Ronny: Tren Lemak Hewan sebagai Bahan Bakar Dunia Penerbangan

“Jadi anggaran subsidi kendaraan listrik perlu dibahas secara transparan,” kata Mulyanto.

Dalam kesempatan itu, pihaknya dengan tegas menolak subsidi kendaraan listrik untuk pembelian mobil pribadi untuk orang yang mampu. Subsidi dari anggaran negara yang terbatas harus benar-benar tepat sasaran, tidak boleh diarahkan untuk orang yang mampu, apalagi untuk membeli kendaraan mewah.

Melainkan subsidi diarahkan untuk membantu masyarakat kecil agar memenuhi kebutuhan pokok mereka, alat transportasi publik dan kebutuhan energi dasar.

Baca Juga: Pemerintah Promosikan IKN Lewat Hari Lingkungan Hidup dan Ajakan Investasi

“Jadi subsidi ini melukai rasa keadilan masyarakat,” tegas Mulyanto.

Mulyanto meminta pemerintah tertib penganggaran. Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih.

“Ini tentu tidak transparan dan menyalahi fungsi anggaran DPR,” jelas Mulyanto.

Butuh Energi Alternatif
Pemerintah Indonesia memiliki target mencapai net zero emission (NZE) atau nol emisi karbon pada 2060 mendatang. Salah satu komitmen Indonesia untuk mewujudkannya adalah peningkatan dan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) serta penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi.

Baca Juga: Menuntaskan Masalah Sampah dari Hulu ke Hilir Versi KLHK

“Tapi apakah kendaraan listrik adalah penyelesaian terbaik untuk Indonesia? Sudahkah negeri ini siap mewujudkannya?” tanya Indria Wahyuni dari Pusat Studi EBT Fakultas Hukum Unair dalam webinar oleh BSO Pecinta Alam Tanda Kehormatan (Pataka) Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: energi baru terbarukanKementerian ESDMKementerian Perindustriankendaraan listriknet zero emissionspembangkit listrik

Editor

Next Post
Ilustrasi terumbu karang di bawah laut. Foto DesignNPrint/pixabay.com.

KKP Berdalih Ekspor Pasir Laut Cegah Kerusakan Terumbu Karang

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media