BMKG mengungkapkan, saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Baca juga: Edukasi Pemanfaatan Air Hujan di PRB 2025 Mojokerto
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini berpotensi tsunami dengan tingkat ancaman Waspasa di Kepulauan Talaud, Kota-Bitung, Minahasa-Utara Bagian Selatan, Minahasa Bagian Selatan dan Supiori.
Menurut BMKG, ketinggian gelombang tsunami dampak gempa di Laut Filipina setinggi kurang dari 50 sentimeter. BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 08.44 WIB.
Dari monitoring BMKG, pasca gempa utama 7,6 magnitudo tidak ada aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.
Baca juga: Belajar dari Keluarga Suku Baduy Luar Menghadapi Serbuan Teknologi Gawai
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
BMKG mengingatkan kepada pemerintah Provinsi, kabupaten dan pemerintah kota yang berada pada status “Awas” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi menyeluruh.
Untuk wilayah pada status “Siaga” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi, dan pada status “Waspada” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai. [WLC01]
Sumber: BMKG







Discussion about this post