Minggu, 30 November 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Investigasi Walhi Sumut, Banjir Bandang di Tapanuli Akibat Deforestasi Perusahaan Tambang

Selama ini, banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra Utara sering dinarasikan akibat hujan yang datang dari langit dan berlangsung secara terus menerus. Padahal saat banjir tiba terlihat banyak kayu terbawa air.

Jumat, 28 November 2025
A A
Tangkapan video pendek tentang banjir bandang di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Foto @masinton/instagram.

Tangkapan video pendek tentang banjir bandang di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. Foto @masinton/instagram.

Share on FacebookShare on Twitter

Walhi Sumut mendesak negara, dalam hal ini pemerintah harus bertindak nyata untuk mencegah perusahaan-perusahaan seperti PT AR melakukan perluasan wilayah eksploitasi dengan mengorbankan hutan di ekosistem Batang Toru (harangan tapanuli).

Baca juga: Aceh Dikepung Banjir, Simeulue Diguncang Gempa 6,5 M

“Bencana akan sulit dihindari apabila para pelaku perusakan hutan masih tetap melakukan aktivitasnya dengan berlindung di balik izin yang diterbitkan oleh pemerintah,” tegas dia.

PT AR dan Bupati Tapteng salahkan cuaca

Sementara pihak PT AR membantah perusahaan tambang emas itu menjadi penyebab banjir bandang lewat aktivitas pertambangan yang dilakukan di hulu. Melainkan akibat cuaca ekstrem.

Senior Manager Communications PT AR, Katarina Siburian Hardono mengaku telah membaca siaran pers Walhi Sumut.

“Saya sudah baca, nanti saya bikin keterangan tertulis,” jawab Katarina saat dikonfirmasi Wanaloka.com.

“Seiring beredarnya informasi mengenai penyebab bencana, kami perlu meluruskan informasi bahwa lokasi banjir bandang di Desa Garoga berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga/Aek Ngadol, berbeda dan tidak terhubung dengan DAS Aek Pahu, tempat PTAR beroperasi,” kata Katarina melalui pernyataan tertulis yang diterima Wanaloka.com, Jumat, 28 November 2025.

Berdasarkan pantauannya, pihak PT AR mengklaim tidak menemukan material kayu di DAS Aek Pahu yang dapat dikaitkan dengan temuan di wilayah banjir.

Baca juga: Siklon Tropis 95B Jadi Siklon Tropis Senyar, Siaga Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumatra Utara

“Kami mendukung penuh kajian komprehensif yang dilakukan pemerintah atas seluruh faktor penyebab bencana ini dan siap bekerja sama secara transparan,” ucap Katarina.

Atas bencana banjir bandang dan longsor di Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Padangsidimpuan, pihaknya menyatakan turut berbelasungkawa kepada keluarga korban, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, cedera, dan warga yang terpaksa mengungsi akibat bencana ini.

“Kami berharap situasi segera terkendali dan proses pemulihan berlangsung cepat dan aman,” imbuh dia yang juga telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan darurat kepada warga terdampak.

Sementara Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Parasibu mengunggah video pendek yang menggambarkan air bah cokelat yang menggelontorkan kayu-kayu gelondongan yang menerjang apa saja di depannya. Namun komentarnya menyebut, bahwa banjir bandang dan tanah longsor yang melanda di berbagai lokasi di Tapanuli Tengah akibat cuaca ekstrem di Kawasan Pantai barat Sumatra Utara.

“Terutama di wilayah Tapanuli Tengah yang menghadap ke Samudera Indonesia,” kata Masinton lewat akun Instagram @masinton.

Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Sumatra Utara, Akses ke Tapanuli Tengah dan Sibolga Terisolisir

Sejumlah netijen mengomentari unggahannya yang seolah menyalahkan cuaca, bukan praktik deforestasi yang berlangsung di hulu. Seperti dari akun @tajukberitamedan: Ditambah pak captionnya…jangan krna hujan ajaa.. tp karna hutan ditebangi.

Kemudian tanggapan akun lain @xxxindxxx: setuju, ternyata bapak yang terhormat belum menggunakan akal dan hatinya, masih menyalahkan curah hujan, ini curah keserakahan manusia, tepatnya mereka yang memberi izin but tambang yg menggunduli hutan.

Hingga saat ini, akses menuju Tapanuli Tengah masih tertimbun longsor. Meliputi akses jalan raya dari Tapanuli Tengah, yakni Jalan Tarutung-Sibolga, akses Humbang Hasundutan, yakni Jalan Pakkat-Barus, serta akses Tapanuli Selatan, yakni Jalan Batangtoru-Pandan. Sementara, akses menuju Tapanuli Tengah dan Sibloga hanya bisa melalui Bandara Pinagsori di Tapanuli Tengah dan Pelabuhan Laut Sibolga.

“Bagi masyarakat yang ingin mengirim bantuan melalui jalan darat, kami imbau bersabar. Dua tiga hari lagi kemungkinan akses darat bisa dilalui kendaraan,” tulis Masinton dalam akunnya, Kamis, 27 November 2025.

ia juga menyebut data sementara korban tewas ada 21 orang yang tertimbun longsor di Desa Sibalanga, Adiankoting, Tapanuli Utara yang berbatasan dengan Tapanuli Tengah. [Soetana Monang Hasibuan]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir BandangBanjir dan LongsorCuaca EkstremEkosistem Batang ToruKabupaten Tapanuli TengahTambang EmasWalhi Sumatra Utara

Editor

Next Post
Gajah Sumatera di lokasi konservasi di Tangkahan, Sumatra Utara. Foto Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.

Mimpi Kawasan Konservasi Jadi Rumah Aman Bagi Gajah Sumatra 

Discussion about this post

TERKINI

  • Kondisi Agam, Sumatra Barat usai banjir bandang, Sabtu, 29 November 2025. Foto Dok. BNPB.Tiga Provinsi Sumatra Kewalahan, Akademisi dan Masyarakat Sipil Desak Status Bencana Nasional
    In News
    Minggu, 30 November 2025
  • Peta tambang di Pulau Sumatra. Foto Jatam.Jatam Tegaskan Longsor dan Banjir Bandang di Sumatra Akibat Ledakan Izin Ekstraktif
    In Lingkungan
    Sabtu, 29 November 2025
  • Rekapitulasi data bencana hidrometeorologi Aceh per 28 November 2025. Foto BNPB.Alasan Status Bencana Nasional, Pengerahan Sumber Daya Negara Percepat Pemulihan
    In News
    Sabtu, 29 November 2025
  • Dampak bencana hidrometeorologi, banjir bandang di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, 27 November 2025. Foto BPBD Padang.Bencana Hidrometeorologi di Pulau Sumatra Menewaskan 174 Warga
    In Bencana
    Sabtu, 29 November 2025
  • Walhi desak pembebasan Adetya Pramandira dan Fathul Munif. Foto Walhi.Walhi Desak Penghentian Kriminalisasi Adetya Pramandira dan Fathul Munif
    In News
    Jumat, 28 November 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media