Rabu, 9 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Riset BRIN, Paparan Radiasi Alam Mamuju Capai 9 Kali Rata-Rata Dunia

Data riset dari Mamuju menjadi komponen penting dalam pemutakhiran basis data global paparan radiasi alam.

Minggu, 1 Maret 2026
A A
Kota Mamuju. Foto Dok. BRIN.

Kota Mamuju. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wilayah Mamuju, Sulawesi Barat tercatat menerima paparan radiasi alam hampir sembilan kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata global. Mamuju diklasifikasikan sebagai High Natural Background Radiation Areas (HNBRA) atau wilayah dengan radiasi latar belakang tinggi. Estimasi dosis efektif tahunan dari sumber radiasi alam di wilayah ini mencapai sekitar 27 milisievert (mSv) per tahun.

Sebagai perbandingan, rata-rata dosis efektif tahunan dari radiasi alam secara global diperkirakan sekitar 3,0 mSv per tahun.

“Jika dibandingkan, paparan yang diterima penduduk Mamuju hampir sembilan kali lebih besar dari rata-rata dunia,” kata Representative Indonesia untuk UNSCEAR dan juga Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi, dan Mutu Nuklir (PRTKMMN) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nur Rahmah Hidayati, Minggu, 1 Maret 2026.

Tingginya paparan di Mamuju terutama disebabkan kandungan uranium dan thorium yang sangat tinggi di dalam tanah. Konsentrasi ²³⁸U dan ²³²Th di beberapa lokasi di Mamuju dilaporkan berada pada kisaran ratusan hingga lebih dari 1.000 Bq/kg, sementara rata-rata global masing-masing sekitar 33 Bq/kg untuk ²³⁸U dan 45 Bq/kg untuk ²³²Th.

Selain itu, konsentrasi radon di luar ruangan di Mamuju berkisar antara 22 hingga 760 Bq/m³, dengan rata-rata sekitar 290 Bq/m³.

Baca juga: Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur dengan Bioaktivator

“Angka ini tergolong sangat tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap dosis radiasi yang diterima masyarakat setempat,” ujar Nur Rahmah.

Namun gaya bangunan dan kebiasaan hidup masyarakat lokal membantu mencegah akumulasi radon yang lebih tinggi di dalam rumah. Faktor ventilasi alami dan struktur bangunan tradisional menjadi salah satu penjelasan mengapa konsentrasi radon dalam ruangan tidak meningkat secara drastis dibandingkan lingkungan luar.

Keberadaan wilayah dengan radiasi alam tinggi seperti Mamuju dinilai penting secara ilmiah. Sebab dapat menjadi lokasi penelitian untuk memahami dampak paparan radiasi rendah secara jangka panjang terhadap kesehatan manusia.

Sumber alami jadi kontributor terbesar

Temuan tersebut dimuat dalam UNSCEAR 2024 Report – Annex B yang diumumkan dalam daftar Latest Publications per 12 Februari 2026 di laman resmi Komite Kaji Efek Radiasi PBB (United Nations Scientific Committee on the Effects of Atomic Radiation/UNSCEAR). Laporan ini mengevaluasi paparan radiasi pengion terhadap publik di seluruh dunia.

UNSCEAR dalam laporan tersebut juga menegaskan bahwa secara global, sumber alami radiasi tetap menjadi kontributor terbesar terhadap paparan radiasi publik. Sementara paparan dari sumber buatan umumnya jauh lebih rendah, kecuali pada kejadian luar biasa seperti kecelakaan radiologi besar.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINHNBRAKabupaten MamujuProvinsi Sulawesi BaratRadiasi Alam

Editor

Next Post
Ilustrasi matcha. Foto freepik.com.

Matcha Bukan Solusi Instan agar Kulit Glowing

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media