Selasa, 2 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Matcha Bukan Solusi Instan agar Kulit Glowing

Jika dikonsumsi berlebihan dan tanpa cukup cairan, dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti sembelit.

Minggu, 1 Maret 2026
A A
Ilustrasi matcha. Foto freepik.com.

Ilustrasi matcha. Foto freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tren konsumsi matcha yang diklaim dapat membuat cantik dan kulit glowing semakin popular. Terutama karena dikaitkan dengan efek anti-aging, pencegahan jerawat, dan peningkatan kelembapan kulit.

Secara ilmiah, Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Nuri Andarwulan menjelaskan, matcha memang kaya katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang bersifat antioksidan. Namun, manfaatnya tidak sesederhana klaim media sosial.

Matcha merupakan tepung teh hijau yang diproduksi melalui proses khusus. Ada perlakuan penaungan sekitar tiga sampai empat minggu sebelum dipanen supaya klorofilnya tinggi (shade-growing). Setelah dikeringkan, daun digiling sangat halus seperti tepung.

Lantaran dikonsumsi dalam bentuk bubuk utuh, kandungan gizi matcha lebih banyak tertelan dibanding teh seduh. Kandungan katekin matcha lebih tinggi. EGCG pada matcha bisa mencapai lebih dari 120 mg per gram, lebih tinggi dibanding green tea biasa.

Meski demikian, senyawa fenolik seperti EGCG memiliki bioavailabilitas (daya serap) rendah pada manusia.

“Kalau diserap, sangat kecil, di bawah lima persen. Sebagian besar masuk ke usus besar dan dimetabolisme oleh mikrobiota menjadi senyawa turunan (metabolit),” terang Nuri.

Baca juga: Riset BRIN, Paparan Radiasi Alam Mamuju Capai 9 Kali Rata-Rata Dunia

Metabolit inilah, kemudian dapat diserap ke aliran darah dan memberi efek biologis, seperti antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator, termasuk pada sel kulit.

Efek biologis tersebut, salah satunya berkat senyawa polifenol yang terkandung dalam matcha. Radikal bebas akibat paparan sinar UV, polusi, dan gaya hidup tidak seimbang dapat merusak kolagen dan elastin di lapisan kulit tengah (dermis). Kerusakan ini memicu penuaan dini dan keriput.

“Senyawa polifenol membantu menangkal radikal bebas sehingga mengurangi inflamasi dan menjaga integritas kolagen,” ujar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Teknik dan Teknologi IPB UniversityKulit GlowingMatcha

Editor

Next Post
Ilustrasi parfum dari kemenyan. Foto Dok. BRIN.

Memaksimalkan Potensi Kemenyan, Kapur Barus dan Cengkeh Menjadi Parfum

Discussion about this post

TERKINI

  • Tim dari BMKg melakukan inpeksi sistempemantauan gempa dan tsunami di Bali, 27 Desember 2024. Foto Dok. BMKG.Pengembangan Sistem Geohazard Gempa Bumi yang Akurat dan Real Time
    In IPTEK
    Rabu, 27 Mei 2026
  • Dampak bencana ekologis di Sumatra. Foto Kementerian Kehutanan.Andalas Pastikan Ruang dan Penghidupan Bentang Alam Sumatra Kritis
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi daging kurban dibungkus daun jati. Foto kemenagsidoarjo.com.Tantangan Pascakurban: Pengolahan Limbah, Penyimpanan Daging dan Risiko Zoonosis
    In Rehat
    Selasa, 26 Mei 2026
  • Ilustrasi PLTU batu bara. Foto jplenio/pixabay.comWalhi Region Jawa Desak Pensiunkan Dini Pembangkit Listrik Energi Fosil
    In News
    Senin, 25 Mei 2026
  • Ilustrasi kuda laut. Foto Aristal/Pixabay.com.Spesies Kuda Laut di Indonesia Terancam Penangkapan Tanpa Batas
    In Rehat
    Minggu, 24 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media