Jumat, 11 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Matcha Bukan Solusi Instan agar Kulit Glowing

Jika dikonsumsi berlebihan dan tanpa cukup cairan, dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti sembelit.

Minggu, 1 Maret 2026
A A
Ilustrasi matcha. Foto freepik.com.

Ilustrasi matcha. Foto freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tren konsumsi matcha yang diklaim dapat membuat cantik dan kulit glowing semakin popular. Terutama karena dikaitkan dengan efek anti-aging, pencegahan jerawat, dan peningkatan kelembapan kulit.

Secara ilmiah, Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Nuri Andarwulan menjelaskan, matcha memang kaya katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), yang bersifat antioksidan. Namun, manfaatnya tidak sesederhana klaim media sosial.

Matcha merupakan tepung teh hijau yang diproduksi melalui proses khusus. Ada perlakuan penaungan sekitar tiga sampai empat minggu sebelum dipanen supaya klorofilnya tinggi (shade-growing). Setelah dikeringkan, daun digiling sangat halus seperti tepung.

Lantaran dikonsumsi dalam bentuk bubuk utuh, kandungan gizi matcha lebih banyak tertelan dibanding teh seduh. Kandungan katekin matcha lebih tinggi. EGCG pada matcha bisa mencapai lebih dari 120 mg per gram, lebih tinggi dibanding green tea biasa.

Meski demikian, senyawa fenolik seperti EGCG memiliki bioavailabilitas (daya serap) rendah pada manusia.

“Kalau diserap, sangat kecil, di bawah lima persen. Sebagian besar masuk ke usus besar dan dimetabolisme oleh mikrobiota menjadi senyawa turunan (metabolit),” terang Nuri.

Baca juga: Riset BRIN, Paparan Radiasi Alam Mamuju Capai 9 Kali Rata-Rata Dunia

Metabolit inilah, kemudian dapat diserap ke aliran darah dan memberi efek biologis, seperti antioksidan, antiinflamasi, dan imunomodulator, termasuk pada sel kulit.

Efek biologis tersebut, salah satunya berkat senyawa polifenol yang terkandung dalam matcha. Radikal bebas akibat paparan sinar UV, polusi, dan gaya hidup tidak seimbang dapat merusak kolagen dan elastin di lapisan kulit tengah (dermis). Kerusakan ini memicu penuaan dini dan keriput.

“Senyawa polifenol membantu menangkal radikal bebas sehingga mengurangi inflamasi dan menjaga integritas kolagen,” ujar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Teknik dan Teknologi IPB UniversityKulit GlowingMatcha

Editor

Next Post
Ilustrasi parfum dari kemenyan. Foto Dok. BRIN.

Memaksimalkan Potensi Kemenyan, Kapur Barus dan Cengkeh Menjadi Parfum

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media