Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ismi Dwi Astuti Nurhaeni: Perspektif Gender Penting dalam Pengelolaan Hutan Lestari

Tak dipungkiri, kelompok marjinal punya peran penting dalam pembangunan nasional, khususnya terkait pengelolaan hutan. Semestinya pembangunan berperspektif inklusivitas..

Kamis, 5 Mei 2022
A A
Prof. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni. Foto fisip.uns.ac.id.

Prof. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni. Foto fisip.uns.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Strategi yang bisa dipilih adalah pengarusutamaan gender dan affirmative action,” kata Ismi.

Baca Juga: Crab Ball, Teknologi Memanen Kepiting Tanpa Mengganggu Populasi

Strategi ini didukung dengan pendekatan pasar sehingga bisa menghasilkan output yang diperlukan yakni pengelolaan hutan secara adil dan setara gender serta inklusif.

Ismi juga menyampaikan bahwa kolaborasi heksaheliks (hexa-helix) dan kepemimpinan agile (tangkas, gesit, lincah) berperspektif gender dapat dilaksanakan dalam hal ini. Kolaborasi heksaheliks melibatkan enam komponen utama yakni komunitas, pemerintah, media massa, regulasi hukum, pendidikan, dan dunia industri. Kolaborasi tersebut dinilai jitu untuk mewujudkan pengelolaan hutan lestari. [WLC02]

Sumber: uns.ac.id.

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: genderheksaheliksHutan lestariinklusivitasIsmi Dwi Astuti Nurhaenikelompok marjinalUNS

Editor

Next Post
Ilustrasi telur mentah. Foto Couleur/pixabay.com.

Telur Mentah Lebih Baik untuk Tubuh Itu Pandangan Keliru dan Berbahaya

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media