Jumat, 9 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Telur Mentah Lebih Baik untuk Tubuh Itu Pandangan Keliru dan Berbahaya

Anda suka jamu STMJ? Hati-hati, mengonsumsi telur mentah ternyata berbahaya bagi kesehatan.

Jumat, 6 Mei 2022
A A
Ilustrasi telur mentah. Foto Couleur/pixabay.com.

Ilustrasi telur mentah. Foto Couleur/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Racikan jamu susu, telur mentah, madu, jahe alias STMJ menjadi jamu andalan yang biasa dikonsumsi sebagian masyarakat di Indonesia apabila badan merasa lunglai. Tidak sedikit yang mengonsumsi telur mentah secara langsung. Lantaran berkembang pemahaman dalam masyarakat, bahwa mengonsumsi telur mentah bisa meningkatkan kadar protein dalam tubuh dan membuat stamina lebih segar.

“Pemahaman itu keliru, bahkan berbahaya,” kata Ahli Gizi UGM, Toto Sudargo.

Dalam sebuah penelitian yang telah dipublikasikan di International Journal of Food Sciences and Nutrition 2004 disebutkan bahwa penyerapan protein oleh tubuh justru lebih banyak didapatkan dari konsumsi telur yang sudah matang, yakni mencapai 90 persen. Sedangkan protein yang dapat diserap tubuh dari telur mentah hanya sebesar 50 persen.

Lantas, apa bahaya mengonsumsi telur mentah?

Baca Juga: Hati-hati, Konsumsi Suplemen Tak Taat Aturan Sebabkan Gagal Ginjal

Toto menjelaskan, dalam putih telur mengandung avidin, yaitu zat protein yang bisa berefek negatif bagi tubuh karena kemampuannya mengikat biotin. Biotin merupakan vitamin B7 yang larut dalam air dan diperlukan tubuh dalam proses metabolisme serta pencernaan gula dalam darah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: avidinbakteri Salmonellacangkang telurproteinputih telurtelur mentahUGM

Editor

Next Post
Ilustrasi ekosistem. Foto SanduStefan/pixabay.com.

Kata Pakar Soal Peran Ekosistem untuk Memulihkan Lingkungan Berkelanjutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media