Rabu, 10 Desember 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Crab Ball, Teknologi Memanen Kepiting Tanpa Mengganggu Populasi

Pemerintah melarang penangkapan kepiting bakau yang tengah bertelur atau pun kurang dari ukuran yang ditentukan. UNY mengembangkan teknologi untuk memanennya dalam ukuran besar tanpa mengganggu populasi.

Kamis, 5 Mei 2022
A A
Teknologi crab ball untuk memanen kepiting. Foto uny.ac.id.

Teknologi crab ball untuk memanen kepiting. Foto uny.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu jenis komoditas perikanan yang potensial untuk dibudidayakan. Kepiting bakau banyak dijumpai di perairan payau yang banyak ditumbuhi tanaman mangrove. Kepiting bakau sangat disenangi oleh masyarakat mengingat rasanya yang lezat dengan kandungan nutrisi sejajar dengan crustacea yang lain, seperti udang yang banyak diminati baik di pasaran dalam negeri maupun luar negeri.

Menteri Kelautan dan Perikanan telah menetapkan kepiting bakau sebagai salah satu jenis ikan (krustasea) yang dilarang penangkapan maupun peredarannya dalam kondisi bertelur dan di bawah ukuran layak tangkap. Untuk meningkatkan jumlah produksi tanpa mengganggu populasi dengan penangkapan secara langsung di alam dibutuhkan teknologi budidaya kepiting bakau.

Upaya budidaya yang belum banyak dilakukan adalah penggunaan crab ball. Beberapa wilayah sudah mengembangkan budidaya kepiting ini dengan hasil yang sangat menguntungkan. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Pusat Pengembangan Daya Saing (Pusdaing) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menerapkan uji teknologi crab ball di hutan mangrove Pantai Baros yang berlokasi di Dusun Baros, Desa Tirtohanggo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul pada 2022.

Baca Juga: Waspadai Peningkatan Limbah Pakaian Setiap Lebaran

“Kegiatan ini untuk mensosialisasikan dan mengimplementasikan model pemanfaatan teknologi tepat guna crab ball untuk peningkatan produksi kepiting dan daya saing petani tambak,” kata Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama UNY Prof. Siswantoyo.

Kepiting hasil panen. Foto uny.ac.id.
Kepiting hasil panen. Foto uny.ac.id.

Dosen UNY Tri Atmanto menjelaskan crab ball merupakan wadah untuk membudidayakan kepiting dari bibit hingga siap panen. Keunggulan dari crab ball antara lain mengurangi persaingan dalam mencari makanan sehingga kepiting yang dibudidayakan lebih gemuk. Juga dapat menjadi obyek wisata budidaya kepiting karena satu crab ball hanya diisi satu ekor kepiting. Koordinator Bumdes Tirtohanggo Setiyo memaparkan crab ball dapat memenuhi kebutuhan lokal kepiting karena dukungan lingkungan seperti muara Sungai Opak-Oya yang mengalami pasang saat musim kemarau. Saat air pasang menjadi waktu terbaik memanen kepiting.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: crustaceaEkosistem mangroveHutan mangroveKemendes PDTTkepitingKepiting bakauPantai Barosteknologi crab ballUNY

Editor

Next Post
Prof. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni. Foto fisip.uns.ac.id.

Ismi Dwi Astuti Nurhaeni: Perspektif Gender Penting dalam Pengelolaan Hutan Lestari

Discussion about this post

TERKINI

  • Tidak hanya menjual suatu produk makanan, namun tetap pada prinsip utama Nabati Nusantara terhadap lingkungan guna membangun kepedulian masyarakat mengenai apa yang dikonsumsi. Foto Nabati Nusantara.Ada Sajian Pangan Nabati Tanpa Minyak Sawit di Festival Musik Rock di Yogyakarta
    In News
    Selasa, 9 Desember 2025
  • Padang lamun. Foto ugm.ac.id.Peta Karang dan Padang Lamun Jadi Landasan Ilmiah Pengelolaan Laut Indonesia
    In News
    Senin, 8 Desember 2025
  • Muhammad Syamsudin dan prototipe alat peringatan dini bencana. Foto Humas BMKG.Prototipe Peringatan Dini Bencana yang Dapat Dikendalikan Jarak Jauh
    In IPTEK
    Senin, 8 Desember 2025
  • Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto Dok. IPB University.Bambang Hero, 1-2 Pohon Tumbang Itu Alami, Kalau Akibatkan Longsor Itu Ulah Manusia
    In Sosok
    Minggu, 7 Desember 2025
  • Punggungan pasir yang menjadi benteng alami tsunami di pesisir selatan Jawa. Foto Dok. BRIN.Pertambangan Pasir Mengikis Benteng Alami Penahan Tsunami di Selatan Jawa
    In Rehat
    Minggu, 7 Desember 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media