Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jampiklim Desak Pemerintah Cabut Regulasi dan Proyek yang Eksploitasi Alam

Kebijakan, baik program ataupun aturan yang dibiarkan akan memperparah kerusakan lingkungan dan krisis iklim.

Rabu, 5 Juni 2024
A A
Parade Budaya yang digelar Jampiklim Jogja untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di depan Gedung Agung Yogyakarta, 5 Juni 2024. Foto Jampiklim.

Parade Budaya yang digelar Jampiklim Jogja untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 di depan Gedung Agung Yogyakarta, 5 Juni 2024. Foto Jampiklim.

Share on FacebookShare on Twitter

Ketiga, tetapkan moratorium terhadap penambangan di kawasan karst Gunungkidul hingga dilakukan kajian lingkungan yang komprehensif dan transparan dan segera lakukan restorasi kawasan karst yang rusak.

Keempat, hentikan tambang di kawasan Merapi yang semakin mengancam keberlangsungan ekosistem kawasan konservasi Merapi.

Kelima, mendesak pemerintah daerah di DIY, Pemerintah Provinsi DIY dan Pemerintah Pusat untuk mengeluarkan kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berperspektif gender, sehingga situasi krisis iklim benar-benar dapat dimitigasi dengan baik dan beriringan dengan aksi adaptasi yang terintegrasi, baik perspektif, program, ataupun institusional.

Baca Juga: Selama Awal Juni 2024, Gunung Lewotobi Laki-laki 17 Kali Erupsi

Keenam, libatkan semua elemen masayarakat, tak terkecuali anak-anak, anak muda, perempuan dan difabel dalam mengambil kebijakan negara.

Ketujuh, mendesak pemerintah untuk meningkatkan pendidikan kritis terkait lingkungan dan perubahan iklim yang dikontekskan dengan persoalan linkungan di daerah.

“Terakhir, cabut semua regulasi dan proyek pembangunan yang mengeksploitasi alam, yang merusak kelestarian lingkungan dan memperparah krisis iklim seperti yang telah disebutkan itu,” tegas Heron.

Baca Juga: Fahmy Radhi, WIUPK Membuat Ormas Keagamaan Terjerembab di Dunia Hitam Tambang

Parade yang berlangsung sehari itu diisi dengan sejumlah kegiatan. Ada Parade Naik Becak yang menjadi simbol untuk mengurangi penggunaan emisi karbon dari energi fosil. Pameran poster dan lukisan yang berisi suara-suara perlawanan atas rezim yang mengeksploitasi bumi dan alam. Rangkaian kegiatan ini juga menjadi media perjumpaan bagi seluruh pecinta Bumi tetap lestari sehingga terus bergenerasi.

“Melalui parade budaya ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk melihat dan berefleksi bahwa menjaga lingkungan. Bisa dilakukan oleh siapapun dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Kearifan lokal yang kita miliki adalah aset berharga dalam upaya pelestarian bumi dan alam semesta. Kreativitas kita adalah suara kita dalam mengawal berbagai macam kebijakan yang rakus dan eksploitatif, yang tidak memikirkan dampaknya bagi kehidupan perempuan, dan masa depan anak,” papar Heron.

Ia berharap acara tersebut dapat menjadi momentum bersama untuk saling mengingatkan, saling bersinergi satu sama lain dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan prinsip-prinsip keadilan ekologi, keadilan iklim dan keadilan perempuan. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Hari Lingkungan Hidup SeduniaJampiklim Jogjakawasan karst GunungidulParade BudayaPSNtata kelola sampah

Editor

Next Post
Pesawat nirawak Wingtra Gen-2 diterbangkan tim BNPB untuk memetakan daerah rawan banjir lahar hujan Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, 4 Juni 2024. Foto BNPB.

Drone Wingtra Gen-2 Memetakan Daerah Rawan Banjir Lahar Hujan Gunung Ibu

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media