Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jangan Diam Melihat Kerusakan Lingkungan agar Dampak Karhutla Tak Meningkat

Penting melakukan pemetaan untuk mengetahui status kepemilikan lahan dan peruntukannya, serta apakah lahan tersebut berada di area rawan bencana atau tidak.

Selasa, 16 September 2025
A A
Ilustrasi puntung rokok yang masih menyala. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Ilustrasi puntung rokok yang masih menyala. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University, Prof Bambang Hero Saharjo, meraih penghargaan prestisius The Guardian Honor (Lifetime Achievement) dalam ajang Katadata Green Innovator Awards 2025. Penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi hidupnya dalam melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Bambang dikenal luas sebagai pakar forensik kebakaran yang tak pernah surut dalam mengungkap kasus karhutla. Pada 2019 lalu, ia juga menerima John Maddox Prize di London, Inggris, berkat kontribusinya menggunakan bukti ilmiah untuk mendukung penegakan hukum terhadap praktik pembakaran hutan secara ilegal.

Sejak awal karier, ketertarikannya terhadap isu karhutla berangkat dari rasa ingin tahu. Saat mahasiswa S-1, ia sering membaca publikasi tentang kebakaran besar tahun 1982/1983 yang melanda 3,6 juta hektare, terutama di Kalimantan Timur. Banyak yang tidak percaya hutan tropis bisa terbakar.

Baca juga: Draw the Line Jogja Desak Presiden Realisasikan Janji Transisi 100 Persen Energi Terbarukan 2035  

“Kenyataannya benar terjadi dengan dampak luar biasa. Dari situlah saya terdorong menekuni bidang ini,”jelas dia.

Lebih dari 35 tahun meneliti dan menjadi saksi ahli di berbagai persidangan, ia mengakui tantangan terbesar adalah keterbatasan data lapangan. Tak hanya itu, sering kali ia mesti berhadapan dengan para ‘ahli’ yang berpihak pada perusahaan dengan kesaksian tidak sesuai fakta.

Namun berkat teknologi seperti citra satelit dan kekuatan bukti ilmiah, kebenaran akhirnya terbukti. Pada kasus PT KA di Aceh, nilai kerugian lingkungan sebesar Rp366 miliar tetap dipertahankan dari tingkat pertama hingga kasasi.

Baca juga: Pabrik PMT Disegel karena Ekspor Udang Beku Terkontaminasi Cesium, Ini Kata Pakar

Meski kerap menghadapi tekanan, ia berpesan khususnya generasi muda agar tak tinggal diam ketika menyaksikan kerusakan lingkungan. Bahwa dampak negatif karhutla tidak bisa diragukan lagi, mulai dari lingkungan, flora, fauna, kesehatan, hingga kerugian ekonomi. Pencegahan harus menjadi prioritas.

“Silakan berkiprah di bidang pendidikan, teknologi, maupun penegakan hukum. Ingatlah, sekecil apapun kontribusi Anda akan lebih berarti daripada hanya mengeluh tanpa tindakan,” pesan Bambang.

Warga terdampak karhutla meningkat

Sementara sebuah studi yang dipublikasikan di Jurnal Science, Agustus 2025, mengungkap temuan paradoks terkait tren kebakaran hutan dan lahan global. Penelitian yang dipimpin tim dari University of California Irvine, Amerika serikat, menunjukkan meskipun total area yang terbakar secara global mengalami penurunan signifikan, jumlah populasi yang terpapar dampaknya justru melonjak tajam.

Baca juga: Belajar Konsisten Menjaga Hutan dari Masyarakat Adat

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: dampak karhutlaFakultas Kehutanan UGMJohn Maddox PrizeProfesor Bambang Hero SaharjoThe Guardian Honor

Editor

Next Post
Pourfect 60, alat seduh kopi V60 otomatis. Foto Istimewa.

Pourfect 60, Permudah Barista Menyeduh Kopi V60 secara Efisien dan Konsisten

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media