Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pourfect 60, Permudah Barista Menyeduh Kopi V60 secara Efisien dan Konsisten

Solusi yang bisa membantu efisiensi kerja barista dan memberikan hasil seduhan yang konsisten.

Selasa, 16 September 2025
A A
Pourfect 60, alat seduh kopi V60 otomatis. Foto Istimewa.

Pourfect 60, alat seduh kopi V60 otomatis. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pourfect 60, sebuah sistem penyeduhan kopi otomatis berbasis teknik V60 dirancang dua mahasiswa Teknik Elektro ITB, Handy Jonarta dan Nico Octavianto Aritonang. Produk tersebut dipamerkan dalam gelaran Electrical Engineering Days (EE Days) 2025 yang diadakan Program Studi Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menjadi ajang unjuk kreativitas dan inovasi mahasiswa.

Pourfect 60 memadukan teknologi kendali presisi dengan pemahaman mendalam tentang teknik penyeduhan kopi, khususnya metode V60 yang populer di kalangan penikmat kopi karena kompleksitas cita rasanya. Namun teknik ini dikenal cukup menantang untuk dilakukan secara konsisten karena melibatkan kontrol suhu air, volume, waktu tuang, dan distribusi aliran yang presisi.

“Proyek ini kami mulai dari pengamatan langsung terhadap permasalahan di lapangan. Barista sering kewalahan menyeduh kopi manual karena harus fokus penuh. Kami ingin menghadirkan solusi yang bisa membantu efisiensi kerja barista dan memberikan hasil seduhan yang konsisten,” ujar Nico.

Baca juga: Jangan Diam Melihat Kerusakan Lingkungan agar Dampak Karhutla Tak Meningkat

Produk tersebut merupakan hasil dari proyek tugas akhir mahasiswa, sekaligus perwujudan nyata dari penerapan ilmu keteknikan dalam menyelesaikan masalah keseharian. Di bawah bimbingan Mervin Tangguar Hutabarat dan didukung perusahaan teknologi QIMTronics , tim mahasiswa ITB ini merancang sistem penyeduh kopi yang dapat dikendalikan. Baik melalui layar antarmuka langsung di perangkat maupun melalui aplikasi ponsel berbasis Bluetooth.

Pengguna dapat memasukkan parameter penyeduhan seperti rasio air-kopi, suhu air, jumlah dan volume tuangan, serta jeda antar tuangan. Pengaturan ini memungkinkan hasil seduhan yang konsisten serta fleksibel untuk disesuaikan dengan preferensi pengguna.

Dalam aspek teknis, sistem ini menggunakan microcontroller ESP32 sebagai pusat kendali, dengan dukungan heater dan pompa air untuk mengatur suhu dan aliran air, serta sensor berat untuk memastikan volume yang tepat pada setiap tuangan.

Baca juga: Draw the Line Jogja Desak Presiden Realisasikan Janji Transisi 100 Persen Energi Terbarukan 2035  

Validasi hasil dilakukan dengan pengukuran menggunakan termometer makanan dan timbangan digital guna menjamin akurasi penyeduhan.

Keunggulan Pourfect 60 tidak hanya pada fungsi otomatisasinya, tetapi juga pada kemampuan menyimpan dan membagikan resep seduhan melalui aplikasi yang terintegrasi. Fitur ini menjadi nilai tambah yang membedakan alat ini dari produk sejenis di pasaran internasional, yang umumnya mahal dan belum tersedia secara luas di Indonesia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: alat seduh kopiPourfect 60Teknik Elektro ITBV60

Editor

Next Post
Praktik tambang ilegal. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Komisi III DPR Desak Penegak Hukum Usut Aktor Besar Tambang Ilegal di Manokwari

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media