Senin, 29 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jangan Diam Melihat Kerusakan Lingkungan agar Dampak Karhutla Tak Meningkat

Penting melakukan pemetaan untuk mengetahui status kepemilikan lahan dan peruntukannya, serta apakah lahan tersebut berada di area rawan bencana atau tidak.

Selasa, 16 September 2025
A A
Ilustrasi puntung rokok yang masih menyala. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Ilustrasi puntung rokok yang masih menyala. Foto Myriams-Fotos/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Menurut laporan tersebut, total area yang dilalap api menurun sebesar 26% dalam kurun waktu 2002 hingga 2021. Namun, pada periode yang sama, jumlah individu yang terpapar kebakaran meningkat hampir 40 persen.

Penelitian ini juga mengungkap peningkatan dampak kebakaran terhadap manusia sebagian besar disebabkan tumpang tindih yang semakin besar antara manusia dan lanskap rawan kebakaran. Dengan kata lain, semakin banyak orang membangun area yang secara alami rentan terhadap kebakaran.

Menanggapi fenomena ini, Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Fiqri Ardiansyah menjelaskan bahwa tren serupa juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan hasil pengamatannya, tren kebakaran hutan di Indonesia pada akhir 2023 juga mengalami penurunan.

Baca juga: Tumpukan Sampah dan Krisis Tutupan Hutan Perparah Banjir di Bali

Fiqri menjelaskan peningkatan jumlah populasi yang terdampak di Indonesia disebabkan alasan yang sama, yakni desakan ekonomi, kebutuhan lahan untuk pertanian dan pemukiman. Ia mencontohkan, daerah lahan gambut yang telah terdegradasi terkonversi menjadi lahan pemukiman komunitas masyarakat. Padahal, saat bencana EL Nino, daerah-daerah tersebut menjadi sangat rentan terbakar.

“Akibatnya, masyarakat yang bermukim di sana terpapar langsung oleh api. Ini adalah alasan di balik mengapa jumlah lahan kebakaran menurun, tetapi dampak terhadap populasi justru semakin meningkat,” jelas dia, Selasa, 9 September 2025.

Meski demikian, upaya mitigasi terus dilakukan. Ia menyebutkan, sebenarnya sudah ada teknologi untuk early warning system untuk memprediksi kebakaran hutan. Bahkan sudah ada juga pengawasan dari BPBD, BNPB, dan Manggala Agni. Bahkan melibatkan masyarakat melalui program seperti Masyarakat Peduli Api (MPA) atau Desa Tangguh Bencana (Destana).

Baca juga: Musim Penghujan 2025-2026 Datang Lebih Cepat

“Semua pengawasan ini bertujuan untuk meminimalkan penggunaan api yang sering menjadi penyebab kebakaran,” tutur dia.

Sebagai tindak lanjut, Fiqri merekomendasikan untuk menggiatkan edukasi dengan pendekatan kepada tokoh masyarakat yang  berperan sebagai tokoh kunci. Figur-figur ini akan lebih didengarkan masyarakat sehingga pesan untuk tidak melakukan pembakaran bisa tersampaikan secara efektif.

Selain itu, ia menekankan pentingnya melakukan pemetaan untuk mengetahui status kepemilikan lahan dan peruntukannya, serta apakah lahan tersebut berada di area rawan bencana atau tidak. [WLC02]

Sumber: IPB University, UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: dampak karhutlaFakultas Kehutanan UGMJohn Maddox PrizeProfesor Bambang Hero SaharjoThe Guardian Honor

Editor

Next Post
Pourfect 60, alat seduh kopi V60 otomatis. Foto Istimewa.

Pourfect 60, Permudah Barista Menyeduh Kopi V60 secara Efisien dan Konsisten

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media