Jumat, 17 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat

Jika kebocoran terjadi, sterilitas produk hilang dan mikroba dapat masuk serta berkembang, sehingga makanan menjadi busuk.

Selasa, 13 Januari 2026
A A
Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.

Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Makanan kaleng dikenal praktis dan memiliki daya simpan panjang. Namun keamanannya sangat bergantung pada kondisi kemasan. Kaleng yang penyok, berkarat, atau menggembung berpotensi mengalami kebocoran dan kontaminasi mikroba yang membahayakan kesehatan.

Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Eko Hari Purnomo menegaskan makanan kaleng dengan kemasan rusak tidak layak dikonsumsi. Mengonsumsinya dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.

Sebab makanan kaleng adalah bahan pangan yang diawetkan dengan cara dimasukkan ke dalam wadah kaleng kedap udara. Kemudian melalui proses pemanasan atau sterilisasi, sehingga mikroba penyebab pembusukan mati.

Menurut Eko, ada dua faktor utama yang menentukan keamanan makanan kaleng, yakni proses pemanasan yang tepat dan integritas kemasan yang baik.

Baca juga: Akumulasi Penyebab Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar Terjadi di Hulu Aliran Sungai

“Konsumen perlu memastikan kaleng dalam kondisi utuh sebelum membeli dan mengonsumsinya,” kata Eko dalam tayangan IPB Pedia di YouTube IPB TV.

Lebih lanjut, Eko memaparkan beberapa tanda fisik yang dapat dijadikan indikasi awal kerusakan makanan kaleng. Salah satunya kemasan yang menggembung.

“Itu mengindikasikan ada peluang bahwa mikroba tumbuh di dalam kaleng dan menghasilkan gas,” jelas dia.

Namun tidak semua pertumbuhan mikroba selalu menyebabkan kaleng gembung. Hanya saja, jika melihat ada kaleng yang gembung, maka lebih baik menghindari untuk mengonsumsi isinya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan POMFakultas Teknik dan Teknologi IPB UniversityMakanan KalengSterilisasi

Editor

Next Post
KKP mempersiapkan pengiriman 159 ton bantuan ke lokasi bencana Sumatra, 13 Januari 2026. Foto KKP.

Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media