Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat

Jika kebocoran terjadi, sterilitas produk hilang dan mikroba dapat masuk serta berkembang, sehingga makanan menjadi busuk.

Selasa, 13 Januari 2026
A A
Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.

Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Makanan kaleng dikenal praktis dan memiliki daya simpan panjang. Namun keamanannya sangat bergantung pada kondisi kemasan. Kaleng yang penyok, berkarat, atau menggembung berpotensi mengalami kebocoran dan kontaminasi mikroba yang membahayakan kesehatan.

Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Eko Hari Purnomo menegaskan makanan kaleng dengan kemasan rusak tidak layak dikonsumsi. Mengonsumsinya dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.

Sebab makanan kaleng adalah bahan pangan yang diawetkan dengan cara dimasukkan ke dalam wadah kaleng kedap udara. Kemudian melalui proses pemanasan atau sterilisasi, sehingga mikroba penyebab pembusukan mati.

Menurut Eko, ada dua faktor utama yang menentukan keamanan makanan kaleng, yakni proses pemanasan yang tepat dan integritas kemasan yang baik.

Baca juga: Akumulasi Penyebab Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar Terjadi di Hulu Aliran Sungai

“Konsumen perlu memastikan kaleng dalam kondisi utuh sebelum membeli dan mengonsumsinya,” kata Eko dalam tayangan IPB Pedia di YouTube IPB TV.

Lebih lanjut, Eko memaparkan beberapa tanda fisik yang dapat dijadikan indikasi awal kerusakan makanan kaleng. Salah satunya kemasan yang menggembung.

“Itu mengindikasikan ada peluang bahwa mikroba tumbuh di dalam kaleng dan menghasilkan gas,” jelas dia.

Namun tidak semua pertumbuhan mikroba selalu menyebabkan kaleng gembung. Hanya saja, jika melihat ada kaleng yang gembung, maka lebih baik menghindari untuk mengonsumsi isinya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan POMFakultas Teknik dan Teknologi IPB UniversityMakanan KalengSterilisasi

Editor

Next Post
KKP mempersiapkan pengiriman 159 ton bantuan ke lokasi bencana Sumatra, 13 Januari 2026. Foto KKP.

Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media