Senin, 13 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jejak Hutan Purba di Cagar Alam Ceding

Jika Ceding hilang, maka bukan hanya pohon-pohon dan satwa yang lenyap, tetapi juga termasuk bagian sejarah Bumi yang tak akan pernah bisa digantikan.

Rabu, 2 April 2025
A A
Cagar alam Ceding di Bondowoso, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Cagar alam Ceding di Bondowoso, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Di antara rimbunnya vegetasi, jika beruntung kita akan menjumpai kehidupan bergerak  dinamis dalam keheningan. Lutung jawa (Trachypithecus auratus) dengan bulu hitam legam melompat di antara dahan, sementara Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) bermain-main di tepi hutan, mencari buah-buahan yang matang.

Jejak-jejak kaki beriringan beberapa ekor babi hutan (Sus scrofa) menghiasi lantai hutan yang basah. Aktifitas malamnya merobek tiap-tiap sudut semak belukar, mengendus tanah mencari umbi-umbian. Di balik bayang-bayang pohon, Malayopython reticulatus, Ular Sanca Kembang yang terkenal akan kekuatannya melingkar diam, menunggu saat yang tepat untuk bergerak seakan ingin membuktikan buah kesabaran seekor predator sejati.

Menyelamatkan lanskap terakhir

Tidak ada yang abadi di alam liar. Cagar Alam Ceding, sekecil apa pun luasnya, adalah bagian dari sebuah sistem yang jauh lebih besar, satu rantai yang menghubungkan kehidupan dari akar hingga ke langit, dari tanah hingga ke tubuh setiap makhluk yang hidup di dalamnya.

Namun, tekanan dari luar mulai merayapi batasannya. Masyarakat sekitar, yang sebagian besar menggantungkan hidup pada pertanian, sering kali melihat lahan kosong di sekitar Ceding sebagai peluang. Tekanan ini, jika tak dikendalikan, bisa menggerus bentang alam yang selama ini bertahan dari berbagai perubahan zaman.

Kawasan ini juga menyimpan jejak manusia, makam-makam tua yang kerap didatangi peziarah, serta tanah yang semakin menyempit di antara pemukiman yang berkembang. Setiap jejak yang ditinggalkan di tanah ini adalah pengingat bahwa batas antara perlindungan dan eksploitasi selalu tipis.

Jika ada satu hal yang bisa dipelajari dari sejarah panjang ekosistem di Indonesia, bahwa hutan yang bertahan adalah hutan yang dijaga dengan kesadaran penuh. Ceding tidak akan mampu melindungi dirinya sendiri. Butuh lebih dari sekadar status hukum untuk memastikan kelangsungan ekosistem ini.

Konservasi bukan hanya soal menjaga hutan dari tangan manusia, tetapi juga soal membangun hubungan yang lebih dalam dengan ekosistemnya. Memahami bagaimana akar-akar tua saling berjalin, bagaimana primata di atas pohon berinteraksi, bagaimana angin membawa spora ke seluruh penjuru hutan. Sua ini adalah bagian dari narasi besar yang harus terus diceritakan.

Ceding adalah lanskap terakhir dari sebuah ekosistem yang telah ada sebelum kita. Jika ia hilang, maka bukan hanya pohon-pohon dan satwa yang lenyap, tetapi juga bagian dari sejarah bumi yang tak akan pernah bisa digantikan.

Menjaga Ceding berarti menjaga masa depan. Di sinilah peran kita sebagai warga negara Indonesia dipertaruhkan, agar keseimbangan ekosistem dan kelestarian kawasan ini tetap abadi, tidak hanya bagi generasi sekarang, tetapi juga bagi anak cucu kita kelak. [WLC02]

Sumber: KSDAE KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bentang alamCagar Alam Cedinghutan purbaKabupaten Bondowoso

Editor

Next Post
Para rimbawan berdiri dengan latar belakang pohon Ficus raksasa di Cagar Alam Manggis Gadungan. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Cagar Alam Manggis Gadungan Jadi Pusat Ficus Nasional

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media