Senin, 20 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Cagar Alam Manggis Gadungan Jadi Pusat Ficus Nasional

Rabu, 2 April 2025
A A
Para rimbawan berdiri dengan latar belakang pohon Ficus raksasa di Cagar Alam Manggis Gadungan. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Para rimbawan berdiri dengan latar belakang pohon Ficus raksasa di Cagar Alam Manggis Gadungan. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ditetapkan sejak 1919, Cagar Alam Manggis Gadungan menjadi sebuah oase alam di kaki Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dengan luas 13,357 hektare, kawasan ini merupakan salah satu hutan hujan tropis dataran rendah yang menyimpan keanekaragaman hayati luar biasa. Tak heran, masyarakat sekitar menyebutnya sebagai “alas simpenan”, yang berarti hutan simpanan, karena menjadi benteng alam yang lestari selama lebih dari satu abad.

Berlokasi di Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, lokasi CA Manggis Gadungan dapat ditempuh dari Surabaya menuju Pare dengan kendaraan umum. Kemudian dilanjutkan dengan kendaraan roda dua atau empat menuju lokasi cagar alam.

Baca juga: Jejak Hutan Purba di Cagar Alam Ceding

Si endemik terancam punah

Polisi Kehutanan pada Seksi KSDA Wilayah 1 Kediri, Akhmad David Kurnia Putra menjelaskan salah satu keistimewaan kawasan ini adalah keberadaan pohon Leses (Ficus albipila) yang megah, sehingga dijuluki sebagai “Ratu para Ficus”. Pohon ini tidak hanya menjadi ikon hutan, tetapi juga berperan penting dalam ekosistem. Buahnya kaya nutrisi sehingga menjadi sumber pakan utama bagi berbagai satwa liar, termasuk kalong (Pteropus vampyrus), spesies kelelawar besar yang turut menjaga keseimbangan ekosistem melalui penyebaran biji.

Selain pohon Leses, cagar alam ini juga menjadi rumah bagi Pala Jawa (Myristica teysmannii), tumbuhan endemik Pulau Jawa yang bergetah merah. Dikenal dengan nama lokal kendarahan, spesies ini tergolong terancam punah (endangered) menurut IUCN. Keberadaannya semakin memperkuat nilai penting kawasan ini sebagai habitat konservasi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Cagar Alam Manggis Gadungankeanekaragaman hayatitanaman Ficustumbuhan endemik

Editor

Next Post
Kader Konservasi Alam Sumatera Utara, Nurhabli Ridwan (kiri). Foto BBKSDA Sumut.

Nurhabli Ridwan, Peduli Konservasi Sejak Ikut Pramuka

Discussion about this post

TERKINI

  • Petani pasir lahan pantai di Kulon Progo tengah menyirami lahan cabenya. Foto Dok. Soetana Monang Hasibuan/Wanaloka.com.20 Tahun PPLP Kulon Progo, Menanam adalah Melawan Apa?
    In Sosok
    Minggu, 19 April 2026
  • Ilustrasi TPA open dumping. Foto khoinguyenfoto/pixabay.com.Praktik TPA Open Dumping Ditutup Akhir Juli 2026
    In News
    Sabtu, 18 April 2026
  • Ketebalan 'salju abadi' Pegunungan Jayawijaya, Papua tinggal 4 meter pada 2024. Foto Dok. BMKG.Salju Abadi Puncak Jaya akan Hilang, Kurangi Pemakaian Bahan Bakar Fosil
    In IPTEK
    Sabtu, 18 April 2026
  • Hari Hemofilia Sedunia. Foto satheeshsankaran/pixabay.com.Hemofilia, Penyakit Bangsawan Britania Raya yang Ditemukan Saat Anak Usai Sunat di Indonesia
    In Rehat
    Jumat, 17 April 2026
  • Komisi III DPR RI menggelar RDPU dengan petani Pino Raya. Foto Istimewa.Petani Pino Raya Ditembak dan Jadi Tersangka, DPR Janjikan Rapat Dengar Pendapat
    In News
    Jumat, 17 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media