Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jelajah 10 Hari di Kalteng Temukan Potensi 16 Spesies Baru

Senin, 25 September 2023
A A
Tim penjelajah biodiversity BKSDA Kalimantan Tengah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Tim penjelajah biodiversity BKSDA Kalimantan Tengah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Identifikasi lebih lanjut masih dilakukan untuk beberapa spesies amfibi yang ditemukan.
Dari peneliti avifauna teridentifikasi sebanyak 97 spesies (baik identifikasi fisik maupun suara) dari 37 family berbeda. Terdapat dua spesies belum teridentifikasi secara persis yang ditemukan di ketinggian 500 meter di atas permukaan lait. Terdapat pula burung family Nectarinidae yang ditemukan di ketinggian 800 mdpl sehingga akan dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Baca Juga: Makertihartha: Konversi Minyak Nabati Menjadi Bahan Bakar Nabati untuk EBT

Selain itu, juga sedang diupayakan untuk menelusuri tanda-tanda keberadaan badak, seperti dari jejak, kotoran, plintiran maupun urine. Secara umum kondisi medan bentang alam tidak mudah, dengan kelerengan rata rata lebih dari 50 persen, tanah berbatu, serasah yang tebal, lalu lintas jalur manusia. Belum ditemukan adanya badak hanya indikasi-indikasi, seperti ketersediaan pakan, sumber air dan kubangan masih dijumpai dan sudah dipasang camera trap di dua lokasi kubangan. Begitu pula adanya indikasi dari masyarakat sekitar, bahwa pada masa lalu ada badak di sekitar lokasi Desa.

“KLHK akan melakukan survei lanjutan dengan metode okupansi di area yang berpotensi besar mendeteksi keberadaan badak. Seperti daerah hulu pedalaman dan kawasan cagar alam perbatasan Kalbar-Kaltim,” kata Siti. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: badakBKSDA Kalimantan Tengahflora faunaMenteri LHK Siti Nurbayaspesies barutim biodiversitytumbuhan hias

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof. Bambang Suhartanto. Foto ugm.ac.id.

Bambang Suhartanto: Beternak Sapi di Bawah Tegakan Perkebunan Sawit

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media