Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jelajah 10 Hari di Kalteng Temukan Potensi 16 Spesies Baru

Senin, 25 September 2023
A A
Tim penjelajah biodiversity BKSDA Kalimantan Tengah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Tim penjelajah biodiversity BKSDA Kalimantan Tengah. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Identifikasi lebih lanjut masih dilakukan untuk beberapa spesies amfibi yang ditemukan.
Dari peneliti avifauna teridentifikasi sebanyak 97 spesies (baik identifikasi fisik maupun suara) dari 37 family berbeda. Terdapat dua spesies belum teridentifikasi secara persis yang ditemukan di ketinggian 500 meter di atas permukaan lait. Terdapat pula burung family Nectarinidae yang ditemukan di ketinggian 800 mdpl sehingga akan dilakukan pendalaman lebih lanjut.

Baca Juga: Makertihartha: Konversi Minyak Nabati Menjadi Bahan Bakar Nabati untuk EBT

Selain itu, juga sedang diupayakan untuk menelusuri tanda-tanda keberadaan badak, seperti dari jejak, kotoran, plintiran maupun urine. Secara umum kondisi medan bentang alam tidak mudah, dengan kelerengan rata rata lebih dari 50 persen, tanah berbatu, serasah yang tebal, lalu lintas jalur manusia. Belum ditemukan adanya badak hanya indikasi-indikasi, seperti ketersediaan pakan, sumber air dan kubangan masih dijumpai dan sudah dipasang camera trap di dua lokasi kubangan. Begitu pula adanya indikasi dari masyarakat sekitar, bahwa pada masa lalu ada badak di sekitar lokasi Desa.

“KLHK akan melakukan survei lanjutan dengan metode okupansi di area yang berpotensi besar mendeteksi keberadaan badak. Seperti daerah hulu pedalaman dan kawasan cagar alam perbatasan Kalbar-Kaltim,” kata Siti. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: badakBKSDA Kalimantan Tengahflora faunaMenteri LHK Siti Nurbayaspesies barutim biodiversitytumbuhan hias

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Peternakan UGM Prof. Bambang Suhartanto. Foto ugm.ac.id.

Bambang Suhartanto: Beternak Sapi di Bawah Tegakan Perkebunan Sawit

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media