Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jepang Hentikan Pinjaman Proyek PLTU Indramayu, Walhi: Perbankan Juga Harus Hentikan Pendanaan

Penghentian bantuan dana proyek PLTU Indramayu dinyatakan Pemerintah Jepang sebagai bentuk komitmen pengurangan emisi karbon global.

Jumat, 24 Juni 2022
A A
Warga Mekarsari bersyukur Jepang hentikan pinjaman proyek PLTU Indramayu. Foto walhi.or.id.

Warga Mekarsari bersyukur Jepang hentikan pinjaman proyek PLTU Indramayu. Foto walhi.or.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Di sisi lain, Meiki menjelaskan, bahwa proyek PLTU Indramayu 1 x 1000 MW tersebut sudah memberikan penderitaan kepada para penggarap dan buruh tani. Mereka kehilangan mata pencaharian akibat alih fungsi lahan produktif sawah menjadi PLTU.

“Dengan keputusan yang sudah diambil Pemerintah Jepang, tidak hanya menyelamatkan masa depan warga penggarap dan kaum buruh tani. Juga melindungi lingkungan serta planet bumi dari  dampak krisis iklim,” imbuh Meiki.

Baca Juga: Bencana Hidrometeorologi Landa Bogor, 1 Meninggal dan Ribuan Warga Terdampak

Sebagaimana dilansir dari Nikkei Asia, Pemerintah Jepang telah menyatakan akan menghentikan pemberian pinjaman untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga (PLTU) batu bara di Indonesia dan Bangladesh. Kebijakan tersebut khususnya untuk dua pembangunan PLTU, yaitu di PLTU Indramayu di Indonesia dan PLTU Matarbari di Bangladesh. Kebijakan diambil  usai mendapat kritik internasional terhadap PLTU batu bara yang menjadi sumber utama emisi gas rumah kaca yang dipersalahkan sebagai penyebab pemanasan global.

Pada 2021, negara-negara Kelompok Tujuh (G-7) sepakat mengakhiri bentuk bantuan baru untuk pembangkit listrik tenaga batu bara yang gagal mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi karbon.

“Kami memutuskan tidak dapat melanjutkan dukungan lebih jauh terhadap proyek-proyek ini (PLTU Indramayu dan PLTU Matarbari) sebagai subjek pinjaman yen,” kata Sekretaris Pers Kementerian Luar Negeri Hikariko Ono dalam konferensi pers, 22 Juni 2022.  Dia juga mengatakan pemerintah akan terus membantu negara-negara berkembang dalam upaya mewujudkan masyarakat bebas karbon. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Desa MekarsariEmisi karbonG-7pemanasan globalPemerintah JepangPLTU IndramayuPLTU Indramayu 1 x 1000 MWWalhi Jawa Barat

Editor

Next Post
Ilustrasi sapi. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com.

Pakar UGM: Tips Memilih dan Syarat Hewan Terjangkit PMK Sah untuk Kurban

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media