Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jika Tubuh Merasa Greges, Langsung Isoman

Langkah pertama untuk mencegah penularan ketika tubuh merasa flu, batuk, pilek, demam, dan sakit tenggorokan adalah membatasi interaksi dengan isolasi mandiri.

Kamis, 3 Maret 2022
A A
Ilustrasi penderita flu. Foto ID-4330009/pixabay.com.

Ilustrasi penderita flu. Foto ID-4330009/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sejak Februari lalu, Hari Greges Nasional ramai menjadi bahasan netizen di media sosial. Badan berasa greges alias panas dingin atau demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan badan cekot-cekot alias linu-linu. Dan kondisi tersebut masih berlangsung sampai hari ini.

“Masih Hari Greges Nasional. Bapak sembuh, lalu ibu. Ibu sembuh, lalu alfin hari ini. Alfin sembuh, lalu tak ada lagi. Karena bertiga doang di rumah,” cuit pemilik akun Twitter @mafintash, 3 Maret 2020. Sementara sejumlah akun ramai-ramai mengucapkan Selamat Hari Greges Nasional pada bulan lalu.

Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Kepala Leher Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dokter Mahatma Sotya Bawono menjelaskan, greges merupakan gejala yang biasanya muncul saat seseorang terserang flu. Namun dalam situasi pandemi Omicron saat ini sulit membedakan apakah seseorang terkena flu saja atau terinfeksi Omicron. Mengingat satu sisi penularan Omicron masih merebak, sisi lain cuaca ekstrim berlangsung di banyak daerah.

Baca Juga: Puncak Kasus Omicron di Indonesia Diprediksi Februari-Maret, Begini Hitungannya

“Sulit dibedakan karena infeksi Omicron memiliki gejala seperti flu biasa,” kata Mahatma yang dilansir dari laman ugm.ac.id, Kamis, 3 Maret 2022.

Gejala flu biasa meliputi demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Kondisi serupa juga menajdi gejala khas pada Omicron, yakni demam, batul, pilek, dan nyeri tenggorokan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: batuk pilekdemamgregesisomanOmicronsakit tenggorokanswab test

Editor

Next Post
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto muhammadiyah.or.id.

PP Muhammadiyah Desak PBB Akhiri Perang Rusia-Ukraina

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media