Kamis, 20 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Kali Gempa Kuningan adalah Satu Rangkaian Sesar Ciremai

Jumat, 26 Juli 2024
A A
Tiga rangkaian gempa Kuningan sejak 25-26 Juli 2024. Foto @DaryonoBMKG/X.

Tiga rangkaian gempa Kuningan sejak 25-26 Juli 2024. Foto @DaryonoBMKG/X.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Masyarakat Desa Sendang Sari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dikejutkan guncangan gempa bumi dengan Magnitudo 4,1, Kamis, 25 Juli 2024, pukul 17.36.41 WIB. Sebelumnya, pukul 04.01.58 WIB pagi sudah didahului gempa berkekuatan M3,6. Dan guncangan gempa bumi tersebut berlanjut hari ini, Jumat, 26 Juli 2024, pukul 10.49.45 WIB berkekuatan M3,9.

“Tiga gempa bumi di Kuningan itu satu rangkaian di jalur Sesar Ciremai. Itu merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) akibat aktivitas sesar aktif,” jelas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam akun X @DaryonoBMKG, Kamis, 26 Juli 2024.

Gempa kedua merupakan gempa terkuat dengan intensitas mencapai IV MMI (Modified Mercalli Intensity) yang bersifat merusak. Sebab guncangannya diketahui telah menyebabkan 1 bangunan masjid dan 3 unit rumah rusak ringan. Juga karena kedalaman gempa sangat dangkal, yakni gempa pertama sedalam 6 km, gempa kedua 5 km dan gempa ketiga 8 km.

Baca Juga: UU Masyarakat Adat adalah Janji Pilpres 2014 yang Belum Dipenuhi

Berdasarkan catatan sejarah, gempa tektonik telah melanda wilayah Gunung Ciremai di Kuningan dan sekitarnya beberapa kali, seperti pada tahun 1947, 1955 dan 1973. Daryono menduga, penyebabnya berkaitan dengan struktur sesar aktif yang melintas di wilayah tersebut.

Kemudian pada 29 September 2019, gempa berkuatan M2,9 juga mengguncang Kuningan. Gempa itu dirasakan sampai di Cikijing, Kadugede, Sangkanurip, Kalimanggis dan Bojong. Sebelumnya pada tahun yang sama, tepatnya 25 Juni 2019 juga terjadi gempa M2,6. Juga gempa berkekuatan M3,1 pada 8 Februari 2018.

“Dan Sesar Ciremai ini yang menyebabkan wilayah Kuningan dan sekitarnya kerap dilanda gempa bumi,” kata Daryono.

Baca Juga: Jerit Suku Anak Dalam, Hutan Adat Jantung Kehidupannya Dirampas

Sesar Ciremai merupakan sesar aktif. Menurut data Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2017, sesar tersebut memiliki magnitude tertarget mencapai 6,5 dengan laju geser sesar 0,1 milimeter per tahun.

Sementara Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Wafid menjelaskan, morfologi wilayah terdampak gempa umumnya berupa dataran hingga dataran bergelombang dan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. Berdasarkan data Badan Geologi, daerah di sekitar lokasi pusat gempa bumi tersusun oleh tanah sedang (kelas D) dan tanah keras (kelas C).

Selain itu, pada morfologi perbukitan bergelombang hingga terjal yang tersusun oleh batuan yang telah mengalami pelapukan, berpotensi terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Badan Geologi Kementerian ESDMBNPBgempa kerak dangkalgempa KuninganKawasan Rawan BencanaSesar Ciremai

Editor

Next Post
Pakar Antropologi Unair, Dr. Sri Endah Kinasih. Foto Dok. Unair.

Sri Endah, RUU Masyarakat Adat Terlantar karena Pemerintah Tak Paham Konsep

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media