Senin, 24 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah

Rangkaian respons negara menunjukkan pola sama setiap tahun: sibuk merespons api setelah menyala, tapi diam soal siapa pemegang izin di lahan yang terbakar.

Senin, 24 Agustus 2026
A A
Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.

Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam rangkaian aksi serentak itu, Walhi menegaskan enam tuntutan.

Satu, pemerintah harus menghentikan pembiaran karhutla dan membongkar akar persoalannya.

Dua, mengevaluasi serta mencabut izin di kawasan hutan dan gambut yang rentan dan terbukti melanggar.

Tiga, memastikan korporasi bertanggung jawab penuh atas kebakaran dan kerusakan ekologis di wilayah konsesinya.

Empat, memperkuat penegakan hukum agar memberikan efek jera.

Lima, menjadikan pemulihan ekosistem, khususnya gambut dan kawasan yang terbakar berulang, sebagai kewajiban yang nyata.

Enam, memastikan hak generasi mendatang menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Keuntungan tidak boleh terus diprivatisasi sementara kerugian ekologis ditanggung rakyat dan negara.

Aksi serentak di enam provinsi tersebut menegaskan, bahwa karhutla bukan persoalan lokal, melainkan cermin dari kegagalan tata kelola yang sistemik dan berulang di berbagai wilayah gambut dan kawasan konsesi perusahaan.

Delapan puluh satu tahun kemerdekaan seharusnya menjadi momentum untuk mengoreksi arah pembangunan, bukan sekadar mengulang seremoni. Negara tidak cukup hadir ketika api menyala. Negara harus hadir sebelum api terjadi.

Sebab selama rakyat masih menghirup asap, selama hutan dan gambut terus dibakar, selama korporasi tidak dimintai pertanggungjawaban secara efektif, dan selama generasi mendatang diwarisi kerusakan yang tidak pernah mereka pilih, maka kemerdekaan kita masih menyisakan pertanyaan mendasar: Merdeka untuk siapa? [WLC02]

Sumber: Walhi

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: karhutlaKetidakadilan EkologisNegara Salah UrusWalhi

Editor

Next Post
Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.

Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat

Discussion about this post

TERKINI

  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media