Selasa, 22 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kasus Pencemaran Lingkungan, GM dan Direktur PT SIPP Terancam 10 Tahun Bui

Penegakan hukum terhadap korporasi dalam kasus pencemaran lingkungan ini oleh Ditjen Gakkum LHK, Kementerian LHK, diharapkan menjadi pembelajaran pelaku usaha agar bertanggung jawab dan memperhatikan pengelolaan lingkungan.

Selasa, 7 Maret 2023
A A
Penyidik Gakkum LHK menyerahkan dua tersangka kasus pencemaran lingkungan di Bengkalis, dampak aktivitas pabrik kelapa sawit PT SIPP. Foto ilustrasi pabrik kelapa sawit | Wanaloka.com.

Penyidik Gakkum LHK menyerahkan dua tersangka kasus pencemaran lingkungan di Bengkalis, dampak aktivitas pabrik kelapa sawit PT SIPP. Foto ilustrasi pabrik kelapa sawit | Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kasus pencemaran lingkungan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, yang menyeret petinggi PT SIPP memasuki babak baru. Penyidik dari Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen Gakkum LHK), Kementerian LHK, menyerahkan dua tersangka kasus pencemaran lingkungan ke Kejaksaan Negeri Bengkalis, Senin, 6 Maret 2023.

Dirjen Gakkum LHK, Rasio Ridho Sani menegaskan, proses hukum terhadap tersangka dilakukan akibat PT SIPP telah melakukan banyak pelanggaran dalam pengelolaan lingkungan hidup. Menurutnya, PT SIPP tidak patuh dalam memenuhi kewajiban-kewajiban sanksi administratif serta melakukan dumping (pembungan) limbah secara langsung ke lingkungan.

“Perusahaan tersebut tidak hanya melanggar perizinan, akan tetapi juga diduga telah melakukan tindakan pidana lingkungan,” kata Rasio.

Baca Juga: Flu Burung Berpotensi Menular kepada Manusia, Ini Pencegahannya

Dirjen Gakkum menyatakan, telah memerintahkan penyidik mengusut dugaan kejahatan korporasi PT SIPP agar dapat dikenakan pidana tambahan untuk pemulihan lingkungan dan perampasan keuntungan.

“Kami konsisten untuk menindak perusahaan yang tidak patuh dan mencemari lingkungan. Komitmen KLHK jelas bahwa kami tidak akan berhenti untuk menindak tegas pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan,” kata Rasio dalam siaran pers Ditjen Gakkum LHK, Senin kemarin.

Direktur Penegakan Hukum Pidana, Ditjen Gakkum LHK, Yazid Nurhuda menjelaskan, penyerahan dua tersangka yakni, AN selaku General Manager PT SIPP, dan EN sebagai Direktur PT SIPP beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bengkalis, setelah dinyatakan berkas perkara lengkap (P21).

Baca Juga: Longsor di Natuna 10 Orang Tewas, Kepri Siaga Dampak Hujan Lebat

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ditjen Gakkum KLHKKabupaten BengkalisKementerian LHKpabrik kelapa sawitPencemaran lingkunganProvinsi RiauPT SIPP

Editor

Next Post
Ilustrasi musim kemarau. Foto Fitschen/pixabay.com.

Waspada, Musim Kemarau 2023 Diprediksi Lebih Awal dan Lebih Kering

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media