Kamis, 2 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut

Perlu perubahan arah pembangunan di Pulau Jawa dengan pemulihan melalui tata kelola ruang yang berkeadilan, mengevaluasi Undang-Undang Cipta Kerja dan rencana pembangunan nasional.

Senin, 9 Februari 2026
A A
Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.

Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai rangkaian bencana ekologis yang terus berulang di Pulau Jawa menunjukkan gejala yang semakin mengkhawatirkan. Banjir, longsor, rob, dan krisis air yang terjadi hampir setiap tahun tidak lagi dapat dipahami peristiwa alam semata. Melainkan dampak dari pilihan kebijakan pembangunan, tata ruang, dan pengelolaan sumber daya alam yang mengabaikan batas ekologi.

Dalam diskusi lintas daerah yang melibatkan Walhi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur terungkap kerusakan wilayah hulu hingga pesisir berlangsung secara sistemis.

Di Jakarta, peningkatan kejadian banjir terjadi seiring masifnya pembangunan yang menutup ruang resapan air. Pengkampanye Walhi Jakarta, Muhammad Aminullah menjelaskan, sekitar 90 persen permukaan Jakarta sudah tertutup beton dan aspal. Air hujan tidak lagi punya ruang untuk meresap, sehingga banjir menjadi sesuatu yang dinormalisasi.

“Yang sering dikorbankan justru warga kampung kota, sementara pengembang besar terus diberi ruang,” kata Aminullah.

Baca juga: Kementerian Kehutanan Janji Ungkap Pemodal dan Aktor Intelektual Kematian Gajah di Riau

Tekanan dari wilayah hulu juga semakin terasa. Alih fungsi lahan di daerah aliran sungai (DAS) besar seperti Ciliwung, Citarum, dan Cisadane yang menjadi kawasan tangkapan air di Jawa Barat, terjadi secara masif.

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Jawa Barat, Siti Hannah Alaydrus menyampaikan lebih dari 2.300 hektare lahan di wilayah sungai telah beralih fungsi dalam kurun 2017–2023. Jawa Barat diperlakukan sebagai ruang investasi dan Proyek Strategis Nasional, tanpa mempertimbangkan daya dukung lingkungan.

“Dampaknya bukan hanya dirasakan di hulu, tapi juga oleh jutaan warga di wilayah hilir,” ujar dia.

Situasi serupa terjadi di Jawa Tengah. Manajer Media dan Kampanye Walhi Jawa Tengah, Azalya Tilaar menuturkan banjir dan longsor kini telah menjadi rutinitas tahunan di hampir seluruh kabupaten dan kota. Selama 10 tahun terakhir, pihaknya mencatat deforestasi sekitar 11 ribu hektar, terutama di kawasan hutan lindung dan produksi.

Baca juga: Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 

“Namun setiap bencana, yang disalahkan selalu hujan ekstrem, bukan kebijakan tata ruang dan perizinan yang terus melonggarkan eksploitasi,” kata Azalya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencana ekologisKebijakan Tata RuangPulau JawaWalhi

Editor

Next Post
Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.

Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media