Senin, 30 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelompok Difabel di Klaten Dilibatkan Sebagai Relawan Tangguh Bencana

Kelompok rentan sering menjadi korban paling terdampak bencana. Peningkatan kesiapsiagaan bagi mereka adalah keharusan yang mendesak.

Senin, 1 Juli 2024
A A
Diskusi forum relawan difabel Klaten bersama Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi di Pendopo Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat, 28 Juni 2024. Foto Danung Arifin/BNPB.

Diskusi forum relawan difabel Klaten bersama Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi di Pendopo Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat, 28 Juni 2024. Foto Danung Arifin/BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sukirno membuka lemari bajunya. Dia memilih kemeja terbaik berwarna light cyan dengan celana biru kelasi. Dari kediamannya di Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, lelaki 60 tahun itu bergegas menarik tuas gas sepeda motor yang telah dimodifikasi. Tak lupa sepasang kruk kaki dibawa serta.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, Sukirno tiba di Pendopo Kabupaten Klaten. Ada sekitar 20-an rekannya yang tergabung dalam Komunitas Difabel Merapi (KDM) berkumpul di sana. Mereka diundang Pemerintah Kabupaten Klaten untuk menghadiri pertemuan antar relawan Tangguh Bencana dari berbagai kalangan. Senyumnya membuncah.

Sukirno dan teman-temannya mendengarkan arahan dari Deputi Bidang Pencegahan (Deputi 2) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Prasinta Dewi. Prasinta menggarisbawahi bahwa upaya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat harus melibatkan segala unsur yang ada, baik dari pemerintah, relawan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan pegiat kebencanaan lainnya.

Baca Juga: Longsor Terjang Kandang Peternakan Ayam di Blitar, Dua Tewas

Dalam upaya peningkatan kapasitas, hal yang harus mendapat perhatian utama adalah mereka yang masuk dalam kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak hingga difabel. Sebab kelompok rentan seringkali menjadi korban yang paling terdampak sehingga mereka harus diberikan pendampingan khusus untuk peningkatan kesiapsiagaan.

“Kelompok rentan seringkali menjadi korban paling terdampak dalam situasi bencana. Peningkatan kesiapsiagaan bagi mereka adalah suatu keharusan yang mendesak,” kata Prasinta.

Berdasarkan data kajian risiko bencana, wilayah Klaten memiliki hampir semua jenis ancaman bencana, mulai erupsi gunungapi, gempabumi termasuk hidrometeorologi. Penguatan ketangguhan masyarakat melalui pengurangan risiko bencana yang inklusif disabilitas menjadi hal penting dilakukan, tatkala sasaran dari konsep tersebut adalah masyarakat umum.

Baca Juga: Walhi Sebut Tambang Ilegal Kian Marak Akibat Proyek Tol Yogyakarta-Solo

Perka BNPB Nomor 14 tahun 2014 tentang Penangaan, Perlindungan dan Partisipasi Penyandang Disabilitas dalam Penanggulangan Bencana juga mengatur, bahwa kelompok difabel juga memiliki peran yang tak kalah penting.

“Berdasarkan Perka tersebut, BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dapat membentuk Unit Layanan Disabilitas (ULD) sebagai layanan inklusif bagi difabel dalam menghadapi bencana, seperti yang telah dibentuk di Klaten,” papar Prasinta.

Penjelasan Prasinta telah mendongkrak semangat Sukirno dan relawan KDM yang telah dibentuk 11 tahun lalu. Baginya, aturan itu menjadi bukti bahwa pemerintah melalui BNPB dan BPBD secara serius memberi perhatian dan menyertai kelompok difabel. Bukan sebatas menjadikan mereka sebagai obyek, melainkan juga sebagai kelompok yang berpartisipasi aktif sebagai relawan Tangguh Bencana.

Baca Juga: Vetiver Tanaman Pengendali Longsor Dangkal dan Permukaan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BNPBKabupaten KlatenKomunitas Difabel Merapipeanggulangan bencanarelawan tangguh bencanaUnit Layanan Disabilitas

Editor

Next Post
Dua orang dari BMKG ikut serta dalam eksplorasi laut bersama Ocean-X. Foto BMKG.

BMKG Ikut Penelitian Laut Dalam Selama 16 Hari Bersama Ocean-X

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media