Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kematian Vian Ruma, Anggota DPR Ingatkan Perlindungan Aktivis Lingkungan

Selasa, 9 September 2025
A A
Vian Ruma. Foto Viantt's Post/facebook.com.

Vian Ruma. Foto Viantt's Post/facebook.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Anggota Komisi IV DPR, Daniel Johan menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya aktivis muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Rudolfus Oktafianus Ruma atau Vian Ruma, 30 tahun yang dikenal aktif dalam gerakan penolakan proyek geotermal atau panas bumi di daerahnya. Atas tragedi ini, Daniel mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap aktivis lingkungan.

“Kasus ini tidak hanya menyangkut hilangnya nyawa seorang anak bangsa, tetapi juga menimbulkan tanda tanya besar terkait perlindungan terhadap masyarakat lokal dan aktivis lingkungan yang memperjuangkan kelestarian tanah dan sumber daya alam di wilayahnya,” kata Daniel, Selasa, 9 September 2025.

Aktivis penolak proyek geotermal

Sebelumnya diberitakan, Vian Ruma, aktivis yang aktif dalam gerakan penolakan proyek geotermal di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur ditemukan meninggal dengan posisi tergantung, Jumat, 5 September 2025. Lokasinya di sebuah pondok di tengah kebun yang berada di Desa Tonggo, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Baca juga: Penyelamatan Badak Jawa-Sumatera Tak Hanya Konservasi Kawasan, Juga Konservasi Genetik

Di lokasi juga ditemukan sepeda motor miliknya yang diparkir di luar pondok serta telepon genggam yang tergeletak tak jauh dari posisi korban. Korban sudah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Ngera, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Sabtu, 6 September 2025.

Pihak keluarga meminta polisi menyelidiki kematian Vian lantaran dinilai ada kejanggalan. Misalnya, tali yang melilit leher korban adalah tali sepatu. Begitu juga posisi kaki korban yang menyentuh lantai. Jika dalam kondisi itu, korban tidak mungkin meninggal.

Di lokasi kejadian juga ditemukan bercak darah. Temuan ini semakin menguatkan keyakinan keluarga bahwa korban diduga mengalami kekerasan.

Baca juga: Fenomena Blood Moon 7-8 September 2025 adalah Salah Satu yang Terlama

Dalam postingan Viantt’s Post berjudul “Gubuk Bambu, Misteri dibalik kematian Vian Ruma” dalam akun Facebook menjelaskan tentang Vian, sapaannya. Bahwa almarhum adalah anak sulung dari pasangan Bapak Ignasius Sare dan Ibu Martha Dore dan memiliki tiga orang adik.

Vian tinggal di Desa Ngera, kampung kecil (Wio) di atas ketinggian lereng gunung perbatasan Mauponggo dan Maunori. Pendidikannya dimulai dari SDK Ngera (2001–2007), kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Mauponggo (2007–2010), dan SMA Negeri 1 Aesesa (2010–2013).

Setelah selesai menamatkan sekolah menengah, Vian melanjutkan pendidikan di Universitas Katolik Unwira di Kupang dengan menekuni ilmu pendidikan sebagai seorang pengajar atau guru. Pada 2017, ia berhasil mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

Baca juga: Janji Menteri Lingkungan Hidup, Fokuskan Anggaran 2026 untuk Kelola Sampah dan Kendalikan Perubahan Iklim

Di Kupang, Vian aktif bergabung di beberapa organisasi kemahasiswaan juga OKP lokal dan nasional. Seperti Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Keo Tengah (Himplket) Kupang dan menjadi ketua pada 2016 – 2017. Vian juga berkecimpung di Perhimpunan Mahasiswa Nagekeo (Permasna) Kupang, juga PMKRI Cabang Kupang.

Setelah menyelesaikan segala aktivitas di Kupang, Vian balik ke kampung halaman dan bekerja sebagai pendidik di SMPN 1 Nangaroro, Madambake. Ia juga lolos seleksi sebagai pegawai P3K dan ditempatkan di Nangaroro.

Sebelum jenazahnya ditemukan pembeli kelapa, Vian diduga tengah beristirahat. Dimungkinkan kelelahan dalam perjalanan menuju Maunori untuk mengikuti kegiatan Mbay Youth Day.

Baca juga: Geopark Kaldera Toba Kembali Menerima Status Green Card

Lokasi tempat kejadian jenazah Vian ditemukan adalah sebuah gubuk bambu di wilayah Kecamatan Nangaroro, yang merupakan perbatasan dengan Maunori Keo Tengah dekat kampung Ndetu Nura. Gubug itu sudah usang termakan usia. Saat ditemukan, Vian dalam kondisi terikat lehernya dengan menggunakan tali sepatu miliknya. Sepasang sepatunya lagi terlihat di sekitarnya bersama dengan sendal miliknya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivis lingkunganFlores NusaTenggara Timurproyek geothermalVian Ruma

Editor

Next Post
Foto Menhut Raja Juli Antoni (baju batik) tengah bermain domino total bersama empat orang, salah satunya Azis Welang (beruban). Foto Istimewa.

Viral Foto Tersangka Pembalakan Liar, Anggota Komisi IV DPR Nilai Menhut Menciderai Kepercayaan Publik

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media