Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Janji Menteri Lingkungan Hidup, Fokuskan Anggaran 2026 untuk Kelola Sampah dan Kendalikan Perubahan Iklim

Lonjakan PNBP sektor ingkungan berasal dari pemungutan denda dan kompensasi lingkungan dalam proses penegakan hukum lingkungan sekaligus hasil sinergi pusat-daerah.

Senin, 8 September 2025
A A
Rapat Kerja Sama Kementerian Lingkungan Hidup dengan Komisi XII DPR di Senayan, Jakarta, 4 September 2025. Foto Dok. KLH.

Rapat Kerja Sama Kementerian Lingkungan Hidup dengan Komisi XII DPR di Senayan, Jakarta, 4 September 2025. Foto Dok. KLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hingga September 2025, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor lingkungan mencapai Rp287,77 miliar atau melampaui target lebih dari tiga kali lipat. Prognosis akhir tahun diperkirakan mencapai Rp549 miliar. Lonjakan ini berasal dari pemungutan denda dan kompensasi lingkungan dalam proses penegakan hukum lingkungan sekaligus hasil sinergi pusat-daerah.

“Tema pembangunan lingkungan hidup 2026 menuntun kami untuk membelanjakan setiap rupiah anggaran secara efektif dan efisien, tetap menjaga daya dukung lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq dalam Rapat Kerja Sama dengan Komisi XII DPR di Gedung Nusantara I, DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 4 September 2025.

Kompensasi dari kenaikan fiskal itu adalah peningkatan pagu anggaran Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tahun 2026 meningkat hampir 29 persen dari Rp1,083 triliun menjadi Rp1,396 triliun.

Baca juga: Geopark Kaldera Toba Kembali Menerima Status Green Card

“Kami juga mendapat tambahan alokasi Rp195 miliar yang akan digunakan untuk memperluas program prioritas, termasuk pengelolaan sampah, pengendalian limbah, dan inisiatif perdagangan karbon,” jelas Hanif.

Ia menjanjikan akan menggunakan anggaran tersebut untuk mempercepat transformasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, memperkuat nilai ekonomi karbon yang berintegritas, serta menjaga kualitas lingkungan hidup demi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan.

“Kami percaya langkah menuju lingkungan hidup yang lebih sehat dan ekonomi yang lebih tangguh hanya bisa dicapai dengan kolaborasi penthahelix, abtara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat,” ujar Hanif.

Baca juga: Dua Pekan Siaga, Status Gunung Lewotobi Laki-Laki Naik Lagi Menjadi Awas

Salah fokus utama KLH/BPLH pada 2026 adalah percepatan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2025 tentang Perencanaan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH). Regulasi ini menjadi panduan nasional bagi pembangunan berkelanjutan.

Sebagai ujung tombak pelaksanaan dengan menggandeng pemerintah daerah dan melibatkan Forum Rektor untuk menghadirkan riset, inovasi, dan edukasi berbasis akademik. Sinergi ini memperlihatkan bahwa kolaborasi penthahelix kini benar-benar terwujud di lapangan.

“Distribusi anggaran Tahun 2026 telah disusun untuk mendukung manajemen, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta ketahanan bencana dan perubahan iklim,” jelas dia.

Baca juga: Sekitar 360 ha Sawit Ilegal di Leuser Ditumbangkan untuk Pulihkan Fungsi Hutan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Anggaran Lingkungan 2026Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan HidupKomisi XII DPR RIpengelolaan sampahperubahan iklim

Editor

Next Post
Ilustrasi blood moon. Foto adege/pixabay.com.

Fenomena Blood Moon 7-8 September 2025 adalah Salah Satu yang Terlama

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media