Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kemurai, Plastik Kemasan yang Dua Kali Terurai Lebih Cepat

Ide riset berawal dari keresahan atas permasalahan sampah plastik yang perlu waktu lama untuk diuraikan tanah.

Sabtu, 31 Agustus 2024
A A
Kemurai,produk plastik kemasan yang mudah terurai. Foto Firsto/UGM.

Kemurai,produk plastik kemasan yang mudah terurai. Foto Firsto/UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim Peneliti dari Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan produk inovasi plastik kemasan mudah terurai yang disingkat Kemurai. Produk ini merupakan salah satu terobosan plastik kemasan berbasis polipropilen yang memiliki kemampuan degradasi lebih cepat dibandingkan plastik konvensional.

“Ide riset ini muncul sejak 2018. Berawal dari keresahan atas permasalahan sampah yang semakin banyak, terutama sampah plastik yang perlu waktu lama untuk diuraikan tanah,” kata Koordinator Tim Kemurai, Yuni Kusumastuti di Laboratorium Teknik Kimia UGM, Rabu, 28 Agustus 2024.

Berangkat dari ide untuk mengatasi permasalahan sampah plastik tersebut, Yuni menggandeng Moh. Fahrurrozi dan Teguh Ariyanto untuk memformulasikan plastik dengan komponen serupa dengan plastik yang umumnya digunakan masyarakat. Namun waktu penguraian diestimasikan dua kali lebih cepat daripada plastik biasa. Muncullah ide untuk memberikan tambahan zat aditif pada bahan dasar plastik tersebut.

Baca Juga: Dua Sungai Meluap dan Merendam Dua Desa di Sanggau Kalimantan Barat

“Kami melakukan penambahan zat aditif berupa pro-oksidan dan bio aditif pada polipropilen sebagai bahan dasar plastik,” kata Yuni.

Plastik pun dapat mengalami perubahan struktur dengan kondisi lingkungan spesifik. Kemudian menyebabkan terjadinya pemecahan molekul dengan rantai panjang menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah terurai.

Menurut Yuni, adanya penambahan zat aditif ini tidak mengubah kekuatan pada plastik konvensional. Justru kekuatan dan kemampuan Kemurai akan sama dengan plastik konvensional, tetapi lebih mudah terurai di lingkungan.

Baca Juga: Ada Jejak Tsunami Aceh 7000 Tahun Silam di Gua Ek Lentie

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Teknik UGMplastik kemasanplastik Kemuraisampah plastikzat adiktif

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Harman Ajiwijoyo. Foto ITB.

Harman Ajiwibowo, Peran Pengaman Pantai Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media