Selasa, 21 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ada Jejak Tsunami Aceh 7000 Tahun Silam di Gua Ek Lentie

Jumat, 30 Agustus 2024
A A
Study dan site visit ke Gua Ek Lentie di Aceh Besar. Foto BAST ANRI.

Study dan site visit ke Gua Ek Lentie di Aceh Besar. Foto BAST ANRI.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dalam memahami konteks dan sejarah bencana tsunami yang pernah terjadi di Aceh serta upaya kesiapsiagaan bencana dilakukan study dan site visit, salah satunya ke Gua Ek Lentie di Kabupaten Aceh Besar. Endapan dalam situs ini merupakah saksi alam yang menceritakan bahwa wilayah Aceh telah mengalami tsunami sejak 7000 tahun silam yang terekam dalam endapan sedimentasi yang terdapat di dalam gua.

Study dan site visit tersebut dilakukan Direktorat Sistem Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan Balai Arsip Tsunami Aceh (BAST) ANRI ke beberapa institusi dan lokasi bersejarah di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Kegiatan yang dilaksanakan pada 26 hingga 29 Agustus 2024 itu untuk pengembangan portal Literasi Sejarah Bencana dengan identifikasi dan menghimpun data terkait sejarah kejadian bencana tsunami di Aceh.

Pada 2011, tim peneliti mengidentifikasi lapisan pasir yang bersusun silang dengan pemisah berupa endapan kotoran kelelawar yang hidup dalam gua. Endapan dalam gua diidentifikasi sebagai 11 lapisan tsunami purba yang terbentuk dalam rentang waktu 7400 tahun hingga 2900 tahun yang lalu.

Baca Juga: HKAN 2024 di Boyolali, Menteri Siti Serukan Cetak Generasi Muda Cinta Lingkungan

“Setiap lapisan tsunami mengandung fosil cangkang kerang laut dalam yang relatif masih utuh, sehingga mengindikasikan bahwa sedimentasi ini terbawa oleh ombak tsunami,” ungkap Guru Besar Bidang Ilmu Geofisika Universitas Syiah Kuala, Prof. Nazli Ismail.

Kemudian study visit dilanjutkan ke Museum Tsunami Aceh. Museum ini menyajikan pameran dan pengalaman yang menggugah emosi tentang kejadian tsunami 2004, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi dan penelitian terkait pentingnya kesiapsiagaan serta mitigasi bencana.

Site visit juga dilakukan ke beberapa escape building atau gedung evakuasi bencana di kawasan pesisir. Gedung ini adalah salah satu infrastruktur mitigasi bencana yang dibangun pasca-tsunami yang ditujukan untuk menjadi tempat evakuasi sementara bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan tsunami.

Baca Juga: Kisah Penyintas Tsunami Banyuwangi 1994, Panjat Pohon hingga Ikuti Arus

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gua Ek LentieMuseum Tsunami AcehPLTD Apungportal Literasi Sejarah Bencanatsunami Aceh

Editor

Next Post
Banjir merendam dua desa di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, 30 Agustus 2024. Foto BPBD Sanggau.

Dua Sungai Meluap dan Merendam Dua Desa di Sanggau Kalimantan Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media