Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kemurai, Plastik Kemasan yang Dua Kali Terurai Lebih Cepat

Ide riset berawal dari keresahan atas permasalahan sampah plastik yang perlu waktu lama untuk diuraikan tanah.

Sabtu, 31 Agustus 2024
A A
Kemurai,produk plastik kemasan yang mudah terurai. Foto Firsto/UGM.

Kemurai,produk plastik kemasan yang mudah terurai. Foto Firsto/UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Diakui Yuni, sejauh ini produk Kemurai masih jauh dari kata selesai. Produk ini masih harus melewati beberapa tahapan, seperti pengujian waktu penguraian. Selain itu, mereka juga mengupayakan pengetesan formulasi lain pada produk Kemurai yang dikombinasikan dengan bahan alam lainnya.

“Kami juga harus menekan biaya produk sehingga harganya tidak jauh berbeda dengan plastik konvensional sehingga kelak masyarakat tidak kesusahan saat beralih ke Kemurai,” jelas dia.

Dengan proses Kemurai yang masih panjang, Yuni berharap Kemurai dapat bersinergi bersama mitra industri yang memiliki inovasi sejalan sehingga dapat dipasarkan dan digunakan oleh masyarakat luas.

Baca Juga: HKAN 2024 di Boyolali, Menteri Siti Serukan Cetak Generasi Muda Cinta Lingkungan

“Harapannya, dapat mempercepat hilirisasi plastik kemasan berbasis polipropilen termodifikasi yang terdegradasi lebih cepat dibandingkan dengan plastik konvensional. Jadi diharapkan dapat memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi lingkungan,” imbuh dia.

Riset produk plastik mudah teriritasi di alam ini mendapat pendanaan skema Matching Fund Kedai Reka dari peserta Program Dana Padanan (PDP) Kemendikbud Ristek tahun 2023 yang telah dikurasi. Riset ini juga bekerja sama dengan Research & Technology Innovation (RTI) PT Pertamina. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Fakultas Teknik UGMplastik kemasanplastik Kemuraisampah plastikzat adiktif

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Harman Ajiwijoyo. Foto ITB.

Harman Ajiwibowo, Peran Pengaman Pantai Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media