Selasa, 9 Desember 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kemurai, Plastik Kemasan yang Dua Kali Terurai Lebih Cepat

Ide riset berawal dari keresahan atas permasalahan sampah plastik yang perlu waktu lama untuk diuraikan tanah.

Sabtu, 31 Agustus 2024
A A
Kemurai,produk plastik kemasan yang mudah terurai. Foto Firsto/UGM.

Kemurai,produk plastik kemasan yang mudah terurai. Foto Firsto/UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tim Peneliti dari Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan produk inovasi plastik kemasan mudah terurai yang disingkat Kemurai. Produk ini merupakan salah satu terobosan plastik kemasan berbasis polipropilen yang memiliki kemampuan degradasi lebih cepat dibandingkan plastik konvensional.

“Ide riset ini muncul sejak 2018. Berawal dari keresahan atas permasalahan sampah yang semakin banyak, terutama sampah plastik yang perlu waktu lama untuk diuraikan tanah,” kata Koordinator Tim Kemurai, Yuni Kusumastuti di Laboratorium Teknik Kimia UGM, Rabu, 28 Agustus 2024.

Berangkat dari ide untuk mengatasi permasalahan sampah plastik tersebut, Yuni menggandeng Moh. Fahrurrozi dan Teguh Ariyanto untuk memformulasikan plastik dengan komponen serupa dengan plastik yang umumnya digunakan masyarakat. Namun waktu penguraian diestimasikan dua kali lebih cepat daripada plastik biasa. Muncullah ide untuk memberikan tambahan zat aditif pada bahan dasar plastik tersebut.

Baca Juga: Dua Sungai Meluap dan Merendam Dua Desa di Sanggau Kalimantan Barat

“Kami melakukan penambahan zat aditif berupa pro-oksidan dan bio aditif pada polipropilen sebagai bahan dasar plastik,” kata Yuni.

Plastik pun dapat mengalami perubahan struktur dengan kondisi lingkungan spesifik. Kemudian menyebabkan terjadinya pemecahan molekul dengan rantai panjang menjadi senyawa yang lebih sederhana sehingga mudah terurai.

Menurut Yuni, adanya penambahan zat aditif ini tidak mengubah kekuatan pada plastik konvensional. Justru kekuatan dan kemampuan Kemurai akan sama dengan plastik konvensional, tetapi lebih mudah terurai di lingkungan.

Baca Juga: Ada Jejak Tsunami Aceh 7000 Tahun Silam di Gua Ek Lentie

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Teknik UGMplastik kemasanplastik Kemuraisampah plastikzat adiktif

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Harman Ajiwijoyo. Foto ITB.

Harman Ajiwibowo, Peran Pengaman Pantai Hadapi Dampak Perubahan Iklim

Discussion about this post

TERKINI

  • Padang lamun. Foto ugm.ac.id.Peta Karang dan Padang Lamun Jadi Landasan Ilmiah Pengelolaan Laut Indonesia
    In News
    Senin, 8 Desember 2025
  • Muhammad Syamsudin dan prototipe alat peringatan dini bencana. Foto Humas BMKG.Prototipe Peringatan Dini Bencana yang Dapat Dikendalikan Jarak Jauh
    In IPTEK
    Senin, 8 Desember 2025
  • Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Bambang Hero Saharjo. Foto Dok. IPB University.Bambang Hero, 1-2 Pohon Tumbang Itu Alami, Kalau Akibatkan Longsor Itu Ulah Manusia
    In Sosok
    Minggu, 7 Desember 2025
  • Punggungan pasir yang menjadi benteng alami tsunami di pesisir selatan Jawa. Foto Dok. BRIN.Pertambangan Pasir Mengikis Benteng Alami Penahan Tsunami di Selatan Jawa
    In Rehat
    Minggu, 7 Desember 2025
  • Pencemaran plastik di pesisir pantai. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com.Rantai Mikroplastik Hingga Masuk ke Tubuh Manusia
    In Rehat
    Sabtu, 6 Desember 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media