Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Keunikan Geopark Vulkanik Purba di Sikka dan Budayanya

Gempa dan tsunami yang pernah melanda Teluk Maumere, Kabupaten Sikka pada 12 Desember 1992 silam masih menyisakan jejak geologi yang patut menjadi pembelajaran.

Rabu, 30 Oktober 2024
A A
Gunung api Egon di Sikka, NTT. Foto Bappelitbangda Sikka.

Gunung api Egon di Sikka, NTT. Foto Bappelitbangda Sikka.

Share on FacebookShare on Twitter

Anggota tim peneliti Puspar UGM, Kurnia Fahmy Ilmawan menjelaskan kekayaan warisan geologi di Sikka tersebar mulai dari bawah laut hingga di puncak gunung di delapan kecamatan. Meliputi Kecamatan Paga, Mego, Magepanda, Palue, Bola, Doreng, Waigete, dan Alok Timur.

Baca Juga: Populasi Perkotaan Capai 5 Miliar Tahun 2030, Perlu Penataan Ruang Pesisir

Kondisi ini memperlihatkan kekayaan warisan geologi perlu dikelola secara bijak untuk kepentingan konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sebab kekayaan warisan geologi telah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi budaya dan kehidupan masyarakat di Sikka.

Kemudian salah satu lokasi geosite dalam geoheritage Sikka adalah Pantai Ogor Paret, Desa Woloterang, Kecamatan Doreng. Pantai Ogor Paret. Di sana merupakan spot rocky beach yang tersusun aliran lava andesitik yang mengalami pembekuan cepat karena faktor sentuhan air laut saat pembekuannya dan terpapar patahan kompresif yang massif.

Keunikan budaya

Pemahaman atas keindahan alam dan keunikan geologi vulkanik di pantai ini membuat Kelompok Sadar Wisata mulai mengembangkan Ogor Paret menjadi sebuah atraksi wisata. Penyusunan masterplan ini diharapkan berdampak positif bagi masyarakat dan daerah sekitar area geoheritage Pantai Ogor Paret.

Baca Juga: Ikhtiar Warga Balirejo Menjaga Kelestarian Kali Gajahwong

Untuk aspek keragaman budaya (cultural diversity), asisten peneliti, Arkan Syafera menemukan kekayaan budaya Sikka merupakan hasil dari aktivitas beberapa suku di Maumere, yakni suku Sikka-Krowe, Lio, Bajo, Palue, Tana-ai, dan Muhang. Keenamnya terbagi kembali ke dalam sub-etnis. Tiap-tiap suku memiliki kekhasan tersendiri, baik dalam hal bahasa atau logat bicara, motif tenun, tarian, ritual/upacara adat, cerita rakyat dan sebagainya.

Beberapa di antaranya sudah ditampilkan dengan latar belakang geo-site, misalnya syair yang berkembang di sekitar geo-site Tebing Kubah Lava Hokor yang berbunyi “Hokor Watu Apar, guman gogo leron tolor, tubu nane rebu, kota nane korak, ponun puan helang ilin, ga ata maten gateng ata moret (Hokor kampung berbatu, malam runtuh – siang terguling, berpagar besi, bertatakan tempurung, asal mula jin dari gunung, melahap yang mati, menantang yang hidup)”.

Syair ini menceritakan orang-orang Hokor berkampung batu dan selalu menang dalam perang. Juga mewujud menjadi tarian bernama Tari Bebing sebagai simbol heroisme tentang perjuangan para leluhur yang telah memperjuangkan dan mempertahankan wilayah kekuasannya di wilayah Hokor.

Baca Juga: Bumi Rusak, Dampak Manusia Abaikan Ibadah dengan Urusan Lingkungan

Dalam pandangan Arkan, budaya tersebut membuat geosite lebih menarik untuk dikunjungi, dinikmati, dan dipelajari. Tidak hanya itu, ada produk kreatif warga sekitar seperti tenun ikat, olahan kakao, kopi, dan lainnya mampu dikembangkan sebagai geoproduk yang melengkapi geotrail yang kelak akan dirumuskan. Pemkab Sikka pun sudah menetapkan produk tenun ikatnya sebagai Indikasi Geografis.

“Saya kira penting pula dilengkapi informasi aspek geobiodiversity yang menyajikan keragaman jenis flora-fauna endemik sebagai pelengkap dari taman bumi yang ajukan pemkab Sikka ke pemerintah pusat,” papar Arkan. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bentang alamgeopark nasionalgeopark vulkanik purbaGunung api EgonKabupaten SikkaPuspar UGMTeluk Maumere

Editor

Next Post
Rangkong Badak, salah satu satwa liar dilindungi yang dilepasliarkan di Sumatera Utara, 29 Oktober 2024. Foto KSDAE.

Rangkong Badak, Baning Cokelat dan Lutung Dilepasliarkan ke Habitatnya

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media