Selasa, 21 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Populasi Perkotaan Capai 5 Miliar Tahun 2030, Perlu Penataan Ruang Pesisir

Senin, 28 Oktober 2024
A A
Ilustrasi permukiman di pesisir laut. Foto JaMaFe123/pixabay.com.

Ilustrasi permukiman di pesisir laut. Foto JaMaFe123/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Melansir data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), diperkirakan terjadi peningkatan penduduk perkotaan dari 2,9 miliar pada 1990-an menjadi 5,0 miliar pada 2030. Roadmap perencanaan tata ruang darat dan laut penting disiapkan.

“Ini menjadi tantangan ke depan, mengingat rata-rata populasi penduduk berada di daerah pesisir,” kata Dosen Program Studi  Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pakuan Bogor, Mudjio dalam webinar Positioning Tata Ruang Laut-Darat dalam Impementasi Ekonomi Biru, Jumat, 25 Oktober 2024.

Lebih lanjut ia menerangkan, wilayah pesisir meliputi darat dan laut. Perencanaan wilayah di daerah perbatasan darat laut atau pesisir yang kurang tepat akan berdampak buruk. Seperti bencana yang terjadi di wilayah pantai utara (pantura), yakni Pekalongan, Demak, dan wilayah lain yang mengalami banjir rob.

Baca Juga: Ikhtiar Warga Balirejo Menjaga Kelestarian Kali Gajahwong

Ia lantas menjelaskan hasil penelitiannya pada kejadian banjir rob di wilayah tersebut yang ternyata sangat besar sepanjang 10 tahun. Menurut pendapat dia, penyebabnya adalah perencanaan wilayah di pesisir laut yang kurang diperhitungkan.

“Dampak naiknya permukaan laut atau banjir rob menyebabkan antara lain erosi pantai, genangan, banjir badai, perambahan air pasang ke muara dan sistem sungai. Selanjutnya, kontaminasi cadangan air tawar dan tanaman pangan, hilangnya pantai, serta pergeseran tutupan lahan dataran rendah pesisir, dan lahan basah,” urai dia.

Faktor alam juga menjadi salah satu bagian yang harus dllihat saat mengembangkan ekonomi biru, misalnya terkait perubahan iklim dan sebagainya.

Baca Juga: Bumi Rusak, Dampak Manusia Abaikan Ibadah dengan Urusan Lingkungan

“Dari hasil penelitian kami, apabila berbicara ekonomi biru pasti tertumpu ke urban kostel atau perkotaan pesisir. Sebagian besar di Indonesia bahkan di dunia, sekitar dua pertiga dari perkotaan letaknya di pesisir,” lanjut dia.

Anggota Kelompok Riset Ekonomi Biru Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) , Andrian Ramdhan menyoroti perspektif dimensi manusia dalam ruang laut yang sering disinggung, tetapi kurang mendapatkan pembahasan mendalam. Misalnya, perspektif dimensi manusia dalam perencanaan ruang laut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINdaerah pesisirekonomi birutata ruang darat dan laut

Editor

Next Post
Ilustrasi lahan gambut. Foto Dok. Cifor.

Upaya Restorasi Lahan Gambut dengan Teknologi Paludikultur

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media