Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Populasi Perkotaan Capai 5 Miliar Tahun 2030, Perlu Penataan Ruang Pesisir

Senin, 28 Oktober 2024
A A
Ilustrasi permukiman di pesisir laut. Foto JaMaFe123/pixabay.com.

Ilustrasi permukiman di pesisir laut. Foto JaMaFe123/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Melansir data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), diperkirakan terjadi peningkatan penduduk perkotaan dari 2,9 miliar pada 1990-an menjadi 5,0 miliar pada 2030. Roadmap perencanaan tata ruang darat dan laut penting disiapkan.

“Ini menjadi tantangan ke depan, mengingat rata-rata populasi penduduk berada di daerah pesisir,” kata Dosen Program Studi  Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pakuan Bogor, Mudjio dalam webinar Positioning Tata Ruang Laut-Darat dalam Impementasi Ekonomi Biru, Jumat, 25 Oktober 2024.

Lebih lanjut ia menerangkan, wilayah pesisir meliputi darat dan laut. Perencanaan wilayah di daerah perbatasan darat laut atau pesisir yang kurang tepat akan berdampak buruk. Seperti bencana yang terjadi di wilayah pantai utara (pantura), yakni Pekalongan, Demak, dan wilayah lain yang mengalami banjir rob.

Baca Juga: Ikhtiar Warga Balirejo Menjaga Kelestarian Kali Gajahwong

Ia lantas menjelaskan hasil penelitiannya pada kejadian banjir rob di wilayah tersebut yang ternyata sangat besar sepanjang 10 tahun. Menurut pendapat dia, penyebabnya adalah perencanaan wilayah di pesisir laut yang kurang diperhitungkan.

“Dampak naiknya permukaan laut atau banjir rob menyebabkan antara lain erosi pantai, genangan, banjir badai, perambahan air pasang ke muara dan sistem sungai. Selanjutnya, kontaminasi cadangan air tawar dan tanaman pangan, hilangnya pantai, serta pergeseran tutupan lahan dataran rendah pesisir, dan lahan basah,” urai dia.

Faktor alam juga menjadi salah satu bagian yang harus dllihat saat mengembangkan ekonomi biru, misalnya terkait perubahan iklim dan sebagainya.

Baca Juga: Bumi Rusak, Dampak Manusia Abaikan Ibadah dengan Urusan Lingkungan

“Dari hasil penelitian kami, apabila berbicara ekonomi biru pasti tertumpu ke urban kostel atau perkotaan pesisir. Sebagian besar di Indonesia bahkan di dunia, sekitar dua pertiga dari perkotaan letaknya di pesisir,” lanjut dia.

Anggota Kelompok Riset Ekonomi Biru Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) , Andrian Ramdhan menyoroti perspektif dimensi manusia dalam ruang laut yang sering disinggung, tetapi kurang mendapatkan pembahasan mendalam. Misalnya, perspektif dimensi manusia dalam perencanaan ruang laut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINdaerah pesisirekonomi birutata ruang darat dan laut

Editor

Next Post
Ilustrasi lahan gambut. Foto Dok. Cifor.

Upaya Restorasi Lahan Gambut dengan Teknologi Paludikultur

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media