Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Populasi Perkotaan Capai 5 Miliar Tahun 2030, Perlu Penataan Ruang Pesisir

Senin, 28 Oktober 2024
A A
Ilustrasi permukiman di pesisir laut. Foto JaMaFe123/pixabay.com.

Ilustrasi permukiman di pesisir laut. Foto JaMaFe123/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Melansir data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), diperkirakan terjadi peningkatan penduduk perkotaan dari 2,9 miliar pada 1990-an menjadi 5,0 miliar pada 2030. Roadmap perencanaan tata ruang darat dan laut penting disiapkan.

“Ini menjadi tantangan ke depan, mengingat rata-rata populasi penduduk berada di daerah pesisir,” kata Dosen Program Studi  Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Pakuan Bogor, Mudjio dalam webinar Positioning Tata Ruang Laut-Darat dalam Impementasi Ekonomi Biru, Jumat, 25 Oktober 2024.

Lebih lanjut ia menerangkan, wilayah pesisir meliputi darat dan laut. Perencanaan wilayah di daerah perbatasan darat laut atau pesisir yang kurang tepat akan berdampak buruk. Seperti bencana yang terjadi di wilayah pantai utara (pantura), yakni Pekalongan, Demak, dan wilayah lain yang mengalami banjir rob.

Baca Juga: Ikhtiar Warga Balirejo Menjaga Kelestarian Kali Gajahwong

Ia lantas menjelaskan hasil penelitiannya pada kejadian banjir rob di wilayah tersebut yang ternyata sangat besar sepanjang 10 tahun. Menurut pendapat dia, penyebabnya adalah perencanaan wilayah di pesisir laut yang kurang diperhitungkan.

“Dampak naiknya permukaan laut atau banjir rob menyebabkan antara lain erosi pantai, genangan, banjir badai, perambahan air pasang ke muara dan sistem sungai. Selanjutnya, kontaminasi cadangan air tawar dan tanaman pangan, hilangnya pantai, serta pergeseran tutupan lahan dataran rendah pesisir, dan lahan basah,” urai dia.

Faktor alam juga menjadi salah satu bagian yang harus dllihat saat mengembangkan ekonomi biru, misalnya terkait perubahan iklim dan sebagainya.

Baca Juga: Bumi Rusak, Dampak Manusia Abaikan Ibadah dengan Urusan Lingkungan

“Dari hasil penelitian kami, apabila berbicara ekonomi biru pasti tertumpu ke urban kostel atau perkotaan pesisir. Sebagian besar di Indonesia bahkan di dunia, sekitar dua pertiga dari perkotaan letaknya di pesisir,” lanjut dia.

Anggota Kelompok Riset Ekonomi Biru Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler (PR EPS) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) , Andrian Ramdhan menyoroti perspektif dimensi manusia dalam ruang laut yang sering disinggung, tetapi kurang mendapatkan pembahasan mendalam. Misalnya, perspektif dimensi manusia dalam perencanaan ruang laut.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINdaerah pesisirekonomi birutata ruang darat dan laut

Editor

Next Post
Ilustrasi lahan gambut. Foto Dok. Cifor.

Upaya Restorasi Lahan Gambut dengan Teknologi Paludikultur

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media