Selasa, 21 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Konsorsium Hari Hutan Indonesia Lahir dari Momentum Moratorium Pembukaan Hutan

Gagasan perayaan Hari Hutan Indonesia tiap 7 Agustus tak lepas dari momentum kelahiran Inpres Nomor 5 tahun 2019. Tentang apakah itu?

Minggu, 7 Agustus 2022
A A
Ilustrasi masyarakat adat. Foto Quangbaophoto/pixabay.com.

Ilustrasi masyarakat adat. Foto Quangbaophoto/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Hari ini, 7 Agustus 2022 adalah tepat dua tahun perayaan Hari Hutan Indonesia. Tak banyak yang tahu, mengingat perayaan ini belum diresmikan pemerintah Indonesia sebagai hari peringatan. Adalah Konsorsium Hari Hutan Indonesia (HHI) yang berada di balik inisasi perayaan ini. Siapakah mereka?

Dilansir dari harihutan.id, Konsorsium HHI terdiri dari kolaborasi lintas organisasi, baik dari bidang lingkungan maupun non-lingkungan. Mereka membawa pesan kampanye Hari Hutan Indonesia ke ruang lingkup yang lebih luas dan berkelanjutan. Saat itu ada 27 organisasi yang bergabung. Kemudian dalam perayaan 2021 lalu bertambah menjadi 96 kolaborator lintaas organisasi, 792 sukarelawan digital, diikuti lebih dari 49.879 partisipan dari 42 acara yang meliputi pameran , webinar, kompetisi, virtual series, dan konser.

Jumlah itu dimungkinkan akan bertambah karena tujuan konsorsium membuka jaringan dan potensi kolaborsi yang berdampak strategis dengan organisasi yang punya visi misi sama. Serta punya komitmen penuh sebagai penggerak pelestarian hutan Indonesia.

Baca Juga: Perayaan Hari Hutan Indonesia 2022 Kampanyekan Hutan Kita Sultan

“Kami berharap, akan muncul aksi konkrit yang berdampak langsung terhadap kebijakan pemerintah maupun bagi masyarakat,” kata Koordinator Konsorsium HHI, Miftachur Ben Robani.

Salah satunya adalah mendorong 7 Agustus ditetapkan pemerintah sebagai Hari Hutan Indonesia. Juga mendorong publik luas untuk lebih peduli dan sadar akan upaya pelestarian hutan Indoensia.

“Adanya Hari Hutan Indonesia yang dikenal publik, masyarakat luas dapat mengetahui , memahami, dan menemukan koneksi dirinya dengan hutan,” imbuh Miftachur.

Pemilihan 7 Agustus sebagai perayaan Hari Hutan Indonesia bukan tanpa alasan. Tanggal itu diambil dari tanggal pengesahan Instruksi Presiden (inpres) Nomor 5 Tahun 2019 tentang (Moratorium Permanen) Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut pada 7 Agustus 2019.

Baca Juga: KKI VII, Menteri LHK: Terus Menjaga Kebermanfaatan Hutan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 7 AgustusFOLU Net Sink 2030Hari Hutan IndonesiaInpres Nomor 5 Tahun 2019kaum urbanKLHKKonsorsium Hari Hutan IndonesiaKPOP4PLANETpelestarian hutan

Editor

Next Post
Gajah Sumatera. Foto ugm.ac.id.

Atasi Kepunahan Satwa Liar dengan Konservasi, Restorasi, dan Regulasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media