Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Perayaan Hari Hutan Indonesia 2022 Kampanyekan Hutan Kita Sultan

Hutan Indonesia kaya dengan keanekaragaman hayati dan punya beragam manfaat. Tak heran, hutan kita sultan.

Minggu, 7 Agustus 2022
A A
Ilustrasi hutan. Foto Pexels/pixabay.com.

Ilustrasi hutan. Foto Pexels/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Perayaan Hari Hutan Indonesia 2022 tepat 7 Agustus ini mengambil tema “Hutan Kita Sultan”. Acaranya dipusatkan di Hutan Kota Kemayoran, Jakarta. Lantas apa maksud tema itu?

Dilansir dari laman harihutan.id, tema “Hutan Kita Sultan” mengandung beragam nilai filosofi. Pertama, hutan sebagai sumber kehidupan yang perlu dijaga karena menyimpan banyak manfaat. Salah satunya menyimpan karbon.

Kedua, hutan yang kaya dengan keaneragaman hayati dan beragam harapan. Ketiga, hutan adalah ibu, bahwa banyak manfaat yang didapatkan dari hutan. Salah satunya sumber air untuk kehidupan sehari-hari, khususnya masyarakat adat yang hidup bergantung pada hutan.

Baca Juga: 15 Pembicara dari 6 Negara Bahas Tantangan Dunia Kehutanan

Keempat, hutan punya nilai ekonomi, baik dari hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu (HHBK).

Koordinator Konsorsium Hari Hutan Indonesia (HHI), Miftachur Ben Robani menambahkan, sifat “sultan” hutan Indonesia karena kekayaan yang terkandung di dalamnya. Hutan Indonesia kaya dengan beragam flora, fauna. Apalagi letaknya Indonesia di daerah tropis dengan curah hujan tinggi, sehingga mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi pula.

Hutan Indenesia juga menjadi sumber pangan dan obat-obatan, sumber air, sumber udara bersih, penyerap karbon, serta menjadi tempat tinggal dan akar budaya berbagai suku bangsa dan masyarakat adat di Indonesia.

Lantaran hutan Indonesia kaya, sehingga memberikan beragam manfaat yang selama ini dinikmati, baik yang berada di dalam hutan, di sekitar hutan, hingga masyarakat yang jauh dari hutan.

Baca Juga: Kisah Dosen-dosen IPB Pulang Kampung Melestarikan Hutan dan Lingkungan

“Jadi pelestarian hutan Indonesia harus dilakukan kita semua,” kata Miftachur.

Beragam sifat sultan hutan Indonesia sangat dirasakan masyarakat Papua. Menurut Direktur Bentara Papua, Yanuarius Anouw, hutan tropis Papua punya kontribusi terhadap kehidupan manusia dan biodiversity.

“Komitmen pemerintah untuk menjaga hutan dan biodiversitas Tanah Papua akan jadi solusi,” kata Yanuarius. Yakni solusi dalam membantu menyelamatkan flora fauna endemik dan menghormati hak-hak masyarakat hukum adat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: biodiversitasHari Hutan IndonesiaHari Hutan Indonesia 2022Hutan hujan tropisHutan Kita Sultankawasan ekosistemKonsorsium Hari Hutan Indonesia

Editor

Next Post
Ilustrasi masyarakat adat. Foto Quangbaophoto/pixabay.com.

Konsorsium Hari Hutan Indonesia Lahir dari Momentum Moratorium Pembukaan Hutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media