Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KPA Desak Badan Pelaksana Reforma Agraria Nasional Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 2 Oktober 2025
A A
Suasana aksi Hari Tani Nasional, 24 September 2025. Foto Dok. KPA.

Suasana aksi Hari Tani Nasional, 24 September 2025. Foto Dok. KPA.

Share on FacebookShare on Twitter

Statusnya yang otoritatif dan kewenangan yang kuat diharapkan mampu mengeksekusi penyelesaian konflik agraria lintas sektor, menjalankan redistribusi tanah kepada petani, buruh tani, nelayan, masyarakat adat dan kelompok marginal lainnya.

Termasuk pengembangan ekonomi menjadi kawasan-kawasan produktif rakyat, pasca penyelesaian konflik agraria dan redistribusi tanah. Kelembagaan ini memiliki syarat utama wajib melibatkan penuh partisipasi rakyat, CSO dan organisasi rakyat yang kredibel, terpercaya dan kompeten.

Kemudian pada kebijakan satu peta, perbaikannya harus diarahkan pada pengakuan peta-peta Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA) usulan rakyat oleh petani, masyarakat adat, nelayan, perempuan dan kelompok marginal lainnya. Selama ini, kebijakan satu peta yang dikerjakan pemerintah hanya melakukan sinkronisasi peta antar lembaga dan kementerian, tidak bottom-up process bersama rakyat, nir-transparansi proses, project-oriented.

Baca juga: Porang, Pangan Lokal Alternatif untuk Kemandirian Desa

Lebih-lebih di masa Pemerintahan Jokowi, pendaan proyek satu peta dikendalikan Bank Dunia sehingga berpotensi kuat berorientasi pada pasar tanah bebas yang bertentangan dengan ideologi bangsa, bukan social justice.

“Akibatnya tidak mampu mengurai akar persoalan agraria yang sebenarnya,” kata dia.

KPA juga mengingatkan DPR dan Presiden untuk menjawab tuntutan KPA bersama organisasi tani dan nelayan yang melakukan aksi pada peringatan HTN 2025 dengan menjawab keseluruhan dari Sembilan tuntutan yang telah disampaikan.

Baca juga: Penderita Pikun Bertambah, Belum Ada Obatnya Tapi Ada Pencegahannya

Sembilan tuntutan tersebut adalah jalan perbaikan untuk menguarai 24 masalah agraria struktural yang terjadi selama ini. DPR dan Presiden tidak bisa memisahkan satu sama lain, atau bahkan hanya menjalankan sebagian dari tuntutan tersebut.

KPA juga menyerukan kepada Gerakan Reforma Agraria, seluruh elemen gerakan rakyat yang selama ini setia memperjuangkan agenda Reforma Agraria Sejati (RAS) bersama jaringan dan publik luas untuk terus mengawal dan memastikan sembilan tuntutan perbaikan tersebut dijalankan Presiden dan DPR RI dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. [WLC02]

Sumber: KPA

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan Pelaksana Reforma Agraria NasionalKonsorsium Pembaruan AgrariaPansus Penyelesaian Konflik Agrariareforma agraria

Editor

Next Post
Pihak BNPB memberikan bantuan kepada warga terdampak gempa bumi M5,7 di Situbondo, Jawa Timur, 26 September 2025. Foto Istimewa.

Tren Kebencanaan Meningkat, Pakar Bahas Inovasi Pendanaan Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media