Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KSPL dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Jejak Kemandirian Pangan Lokal

Sabtu, 6 Desember 2025
A A
Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta luncurkan buku “Jejak Kemandirian Pangan Lokal” himpunan tulisan Journalist Fellowship 2025, di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Desember 2025. Foto Istimewa.

Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta luncurkan buku “Jejak Kemandirian Pangan Lokal” himpunan tulisan Journalist Fellowship 2025, di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat, Jumat, 5 Desember 2025. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com — Koalisi Sistem Pangan Lestari (KSPL) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta meluncurkan buku Jejak Kemandirian Pangan Lokal. Buku ini menghimpun liputan mendalam sepuluh jurnalis yang terpilih dalam Inisiatif Journalist Fellowship 2025 tentang ragam praktik kemandirian pangan di berbagai daerah di Nusantara, di antaranya jurnalis Wanaloka.com.

Melalui kisah-kisah ini, para jurnalis mengungkap pengetahuan, tradisi, dan inovasi dari masyarakat di seluruh Indonesia dalam menjaga sumber pangan lokal yang telah diwariskan lintas generasi.

Di Gunungkidul, misalnya, para petani menghidupkan kembali tanaman pangan yang tahan di lahan kering dengan mengumpulkan dan melestarikan benih-benih lokal. Di Bali, keladi togog kembali dipromosikan sebagai pangan alternatif—mulai dari umbi, batang hingga daunnya bisa diolah, menjadi lauk sampai kudapan. Kelompok perempuan menjadi garda terdepan dalam transformasi pangan lokal.

Sementara di Flores, Nusa Tenggara Timur, masyarakat lokal menjadikan zapu sebagai senjata untuk melawan ketergantungan terhadap beras. Saat harga beras naik, masyarakat bisa mengandalkan uwi zapu (ubi gaplek) sebagai sumber pangan. Beragam kisah lain dari penjuru Nusantara menunjukkan kekayaan pangan lokal yang selama ini jarang mendapat panggung utama.

Baca juga: Yang Bertahan dan Hilang dari Kemandirian Pangan Lokal di Gunungkidul

“Rekan-rekan media menjadi salah satu mitra penting KSPL dalam mendorong terwujudnya transformasi sistem pangan yang holistik dan kontekstual. Hal tersebut yang mendorong kami untuk mengundang jurnalis-jurnalis di seluruh Indonesia untuk dapat berpartisipasi melalui inisiatif Journalist Fellowship 2025. Kehadiran bunga rampai ini harapannya tidak hanya memperkaya wawasan kita, tetapi juga dapat menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar untuk membangun sistem pangan yang lebih sehat, beragam, berkeadilan, tangguh, lestari, dan bersumber dari kekayaan pangan lokal,” ujar Sakinah Ummu Haniy selaku Communications Lead KSPL di acara peluncuran buku Jejak Kemandirian Pangan Lokal pada Jumat, 5 Desember 2025 di Tamarin Hotel, Jakarta Pusat.

Rangkaian acara peluncuran, diselenggarakan pula talk show bertajuk “Pangan Lokal Kunci Swasembada” yang membuka ruang dialog mengenai peran pangan lokal dalam mewujudkan cita-cita kedaulatan dan swasembada pangan nasional.

Hadir sebagai narasumber, Country Director CIFOR Indonesia yang juga merupakan Profesor di IPB University, Herry Purnomo, Ketua Kelompok Substansi Padi Tadah Hujan dan Lahan Kering Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Ike Widyaningrum serta Analis Ketahanan Pangan Ahli Madya Pangan Badan Pangan Nasional, Rahmatia Garwan.

Herry Purnomo mengatakan, tantangan utama pelestarian pangan lokal di antaranya terletak pada sudut pandang masyarakat terhadap pangan selain beras. Dari sisi ekonomi dan pasar, pangan lokal juga belum mampu bersaing. Karena itu, diperlukan intervensi pemerintah melalui skema dan kebijakan yang terukur agar pangan lokal bisa masuk ke pasar yang lebih luas.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AJI JakartaGunungkidulKearifan LokalKrisis IklimKSPLPangan Lokal

Editor

Next Post
Pencemaran plastik di pesisir pantai. Foto TheDigitalArtist/pixabay.com.

Rantai Mikroplastik Hingga Masuk ke Tubuh Manusia

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media