Wanaloka.com – Jangan pelihara kucing, nanti mandul. Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar pernyataan tersebut. Namun, apakah hal tersebut benar adanya?
Menurut Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Leni Maylina, isu yang kerap beredar tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii.
“Bukan karena kucing itu sendiri. Jadi memelihara kucing tidak menyebabkan kemandulan (infertilitas) secara langsung,” kata Leni dalam kanal YouTube IPB TV terkait mitos dan fakta seputar hubungan memelihara kucing dengan kesehatan reproduksi manusia.
Baca juga: Indonesia Rawan Bencana Kedua, Kehilangan Biodiversitas Tertinggi di Sumatra
Toxoplasma gondii merupakan parasit protozoa berukuran sangat kecil. Hanya bisa dilihat di bawah mikroskop. Tidak semua kucing terinfeksi parasit ini. Berdasarkan sejumlah penelitian, jumlah kucing yang terinfeksi tergolong sangat kecil.
“Banyak penelitian menunjukkan prevalensinya sangat rendah, apalagi kucing yang dipelihara di dalam rumah,” jelas dia.
Kucing dapat terinfeksi toksoplasma, jika memakan daging mentah atau hasil buruan seperti tikus yang telah mengandung kista parasit. Kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan parasit dalam bentuk ookista melalui feses. Namun, ookista tersebut tidak langsung bersifat infektif.
Baca juga: KLH Gugat Enam Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra Utara Rp4,84 Triliun
“Ookista yang keluar dari kotoran kucing, awalnya belum infektif. Butuh waktu sekitar 1-5 hari untuk menjadi infektif. Membersihkan kotoran kucing setiap hari sangat penting merupakan upaya pencegahan.
Kucing yang sudah pernah terinfeksi, umumnya akan membentuk antibody. Jadi kecil kemungkinan kembali mengeluarkan ookista infektif kemudian hari.






Discussion about this post