Rabu, 9 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kucing Tak Akibatkan Infertilitas Manusia, Justru Makanan Jadi Sumber Utama

Yang paling penting itu kebersihan, termasuk kebersihan makanan dan kebiasaan cuci tangan. Jangan langsung makan setelah memegang kucing tanpa mencuci tangan.

Sabtu, 17 Januari 2026
A A
Ilustrasi interaksi kucing dengan manusia. Foto vaclavzavada/pixabay.com.

Ilustrasi interaksi kucing dengan manusia. Foto vaclavzavada/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Jangan pelihara kucing, nanti mandul. Sebagian dari kita mungkin pernah mendengar pernyataan tersebut. Namun, apakah hal tersebut benar adanya?

Menurut Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Leni Maylina, isu yang kerap beredar tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii.

“Bukan karena kucing itu sendiri. Jadi memelihara kucing tidak menyebabkan kemandulan (infertilitas) secara langsung,” kata Leni dalam kanal YouTube IPB TV terkait mitos dan fakta seputar hubungan memelihara kucing dengan kesehatan reproduksi manusia.

Baca juga: Indonesia Rawan Bencana Kedua, Kehilangan Biodiversitas Tertinggi di Sumatra

Toxoplasma gondii merupakan parasit protozoa berukuran sangat kecil. Hanya bisa dilihat di bawah mikroskop. Tidak semua kucing terinfeksi parasit ini. Berdasarkan sejumlah penelitian, jumlah kucing yang terinfeksi tergolong sangat kecil.

“Banyak penelitian menunjukkan prevalensinya sangat rendah, apalagi kucing yang dipelihara di dalam rumah,” jelas dia.

Kucing dapat terinfeksi toksoplasma, jika memakan daging mentah atau hasil buruan seperti tikus yang telah mengandung kista parasit. Kucing yang terinfeksi dapat mengeluarkan parasit dalam bentuk ookista melalui feses. Namun, ookista tersebut tidak langsung bersifat infektif.

Baca juga: KLH Gugat Enam Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra Utara Rp4,84 Triliun

“Ookista yang keluar dari kotoran kucing, awalnya belum infektif. Butuh waktu sekitar 1-5 hari untuk menjadi infektif. Membersihkan kotoran kucing setiap hari sangat penting merupakan upaya pencegahan.

Kucing yang sudah pernah terinfeksi, umumnya akan membentuk antibody. Jadi kecil kemungkinan kembali mengeluarkan ookista infektif kemudian hari.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Infeksi ToksoplasmainfertilitaskucingSKHB IPB UniversityToxoplasma gondii

Editor

Next Post
Sinkhole di lahan warga di Dusun Kandri, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Foto desapucung.gunungkidulkab.go.id.

Rekayasa Geoteknik Cegah Sinkhole yang Sering Terjadi di Kawasan Karst

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media