Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kulit Manggis Mengandung Antioksidan Alami dan Antidiabetes

Sebelum diproduksi massal, perlu dilakukan standardisasi proses, uji keamanan pangan, serta uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Sabtu, 3 Januari 2026
A A
Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.

Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan penelitian Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Prof. Sedarnawati Yasni, buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki nilai farmakologis tinggi. Sebab kulit manggis memiliki kandungan bioaktif yang berkhasiat untuk antioksidan alami dan antidiabetes.

“Daging buah manggis mengandung pektin dan polifenol, sedangkan kulitnya mengandung xanthon, tanin, flavonoid, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami,” papar Sedarnawati.

Kandungan-kandungan tersebut berpotensi pengembangan manggis menjadi bahan baku produk pangan fungsional dan farmasi. Berbagai penelitian melaporkan senyawa bioaktif dalam manggis dapat mencegah penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, stroke, kanker, dan Alzheimer.

Baca juga: Bahaya Korsleting, Pemicu Utama Kebakaran Rumah dan Karbon Monoksida

Dalam penelitiannya, ekstrak etanol 70 persen dari kulit manggis terbukti secara in vitro mampu menghambat aktivitas enzim alfa-amilase yang berperan dalam hidrolisis pati menjadi glukosa.

“Jadi ekstrak kulit manggis berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dan bekerja sebagai antidiabetes,” imbuh dia.

Namun hasil penelitian ini perlu dilanjutkan ke tahap in vivo sebelum dikembangkan lebih luas. Artinya, sebelum diproduksi massal, perlu dilakukan standardisasi proses, uji keamanan pangan, serta uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Baca juga: Catatan Kritis Kebijakan Wisata di Balik Tren Micro Tourism

Inovasi minuman kesehatan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Antioksidan dan AntidiabetesKulit Manggis

Editor

Next Post
Hunian sementara desain pakar UGM yang dibangun di Aceh Utara, 31 Desember 2025. Foto Dok. UGM.

Warga Aceh Utara Dilatih Bangun Huntara dengan Desain Sederhana

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media