Jumat, 23 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kulit Manggis Mengandung Antioksidan Alami dan Antidiabetes

Sebelum diproduksi massal, perlu dilakukan standardisasi proses, uji keamanan pangan, serta uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Sabtu, 3 Januari 2026
A A
Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.

Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan penelitian Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Prof. Sedarnawati Yasni, buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki nilai farmakologis tinggi. Sebab kulit manggis memiliki kandungan bioaktif yang berkhasiat untuk antioksidan alami dan antidiabetes.

“Daging buah manggis mengandung pektin dan polifenol, sedangkan kulitnya mengandung xanthon, tanin, flavonoid, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami,” papar Sedarnawati.

Kandungan-kandungan tersebut berpotensi pengembangan manggis menjadi bahan baku produk pangan fungsional dan farmasi. Berbagai penelitian melaporkan senyawa bioaktif dalam manggis dapat mencegah penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, stroke, kanker, dan Alzheimer.

Baca juga: Bahaya Korsleting, Pemicu Utama Kebakaran Rumah dan Karbon Monoksida

Dalam penelitiannya, ekstrak etanol 70 persen dari kulit manggis terbukti secara in vitro mampu menghambat aktivitas enzim alfa-amilase yang berperan dalam hidrolisis pati menjadi glukosa.

“Jadi ekstrak kulit manggis berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dan bekerja sebagai antidiabetes,” imbuh dia.

Namun hasil penelitian ini perlu dilanjutkan ke tahap in vivo sebelum dikembangkan lebih luas. Artinya, sebelum diproduksi massal, perlu dilakukan standardisasi proses, uji keamanan pangan, serta uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Baca juga: Catatan Kritis Kebijakan Wisata di Balik Tren Micro Tourism

Inovasi minuman kesehatan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Antioksidan dan AntidiabetesKulit Manggis

Editor

Next Post
Hunian sementara desain pakar UGM yang dibangun di Aceh Utara, 31 Desember 2025. Foto Dok. UGM.

Warga Aceh Utara Dilatih Bangun Huntara dengan Desain Sederhana

Discussion about this post

TERKINI

  • Advokasi RUU Masyarakat Adat oleh Koalisi Kawal RUU Masyarakat Adat. Foto Istimewa.RUU Masyarakat Adat Tak Kunjung Disahkan, Jutaan Hektar Wilayah Adat Dirampas
    In Lingkungan
    Selasa, 20 Januari 2026
  • Pembersihan fasilitas layanan kesehatan di Aceh pascabencana. Foto Dok. Kementerian PU.Komisi II DPR Minta Rekonstruksi Fasilitas Publik Pascabencana Sumatera Tuntas Dua Tahun
    In News
    Selasa, 20 Januari 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Jalan Menyelamatkan Alam Sumatra Lewat Penegakan Hukum Adil dan Menyeluruh
    In Lingkungan
    Senin, 19 Januari 2026
  • Diskusi “Merawat Karst Gunung Sewu: Konflik Agraria, Air, dan Kuasa” di PSPK UGM, 14 Januari 2026. Foto Pito Agustin/Wanaloka.com.Pembangunan Pariwisata di Gunungkidul Ancam Ruang Hidup Kawasan Karst Gunung Sewu
    In News
    Senin, 19 Januari 2026
  • Ilustrasi gajah tua dengan sepasang gading yang utuh. Foto HFGVDCSS/pixabay.com.Gajah Kenya Mati Tinggalkan Gading Utuh, Bukti Hidup dalam Habitat Aman
    In Lingkungan
    Senin, 19 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media