Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kulit Manggis Mengandung Antioksidan Alami dan Antidiabetes

Sebelum diproduksi massal, perlu dilakukan standardisasi proses, uji keamanan pangan, serta uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Sabtu, 3 Januari 2026
A A
Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.

Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan penelitian Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Prof. Sedarnawati Yasni, buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki nilai farmakologis tinggi. Sebab kulit manggis memiliki kandungan bioaktif yang berkhasiat untuk antioksidan alami dan antidiabetes.

“Daging buah manggis mengandung pektin dan polifenol, sedangkan kulitnya mengandung xanthon, tanin, flavonoid, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami,” papar Sedarnawati.

Kandungan-kandungan tersebut berpotensi pengembangan manggis menjadi bahan baku produk pangan fungsional dan farmasi. Berbagai penelitian melaporkan senyawa bioaktif dalam manggis dapat mencegah penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, stroke, kanker, dan Alzheimer.

Baca juga: Bahaya Korsleting, Pemicu Utama Kebakaran Rumah dan Karbon Monoksida

Dalam penelitiannya, ekstrak etanol 70 persen dari kulit manggis terbukti secara in vitro mampu menghambat aktivitas enzim alfa-amilase yang berperan dalam hidrolisis pati menjadi glukosa.

“Jadi ekstrak kulit manggis berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dan bekerja sebagai antidiabetes,” imbuh dia.

Namun hasil penelitian ini perlu dilanjutkan ke tahap in vivo sebelum dikembangkan lebih luas. Artinya, sebelum diproduksi massal, perlu dilakukan standardisasi proses, uji keamanan pangan, serta uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Baca juga: Catatan Kritis Kebijakan Wisata di Balik Tren Micro Tourism

Inovasi minuman kesehatan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Antioksidan dan AntidiabetesKulit Manggis

Editor

Next Post
Hunian sementara desain pakar UGM yang dibangun di Aceh Utara, 31 Desember 2025. Foto Dok. UGM.

Warga Aceh Utara Dilatih Bangun Huntara dengan Desain Sederhana

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media