Senin, 31 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kulit Manggis Mengandung Antioksidan Alami dan Antidiabetes

Sebelum diproduksi massal, perlu dilakukan standardisasi proses, uji keamanan pangan, serta uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Sabtu, 3 Januari 2026
A A
Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.

Ilustrasi buah dan kulit manggis. Foto pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan penelitian Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Prof. Sedarnawati Yasni, buah manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki nilai farmakologis tinggi. Sebab kulit manggis memiliki kandungan bioaktif yang berkhasiat untuk antioksidan alami dan antidiabetes.

“Daging buah manggis mengandung pektin dan polifenol, sedangkan kulitnya mengandung xanthon, tanin, flavonoid, dan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan alami,” papar Sedarnawati.

Kandungan-kandungan tersebut berpotensi pengembangan manggis menjadi bahan baku produk pangan fungsional dan farmasi. Berbagai penelitian melaporkan senyawa bioaktif dalam manggis dapat mencegah penyakit degeneratif seperti jantung koroner, diabetes mellitus, hipertensi, stroke, kanker, dan Alzheimer.

Baca juga: Bahaya Korsleting, Pemicu Utama Kebakaran Rumah dan Karbon Monoksida

Dalam penelitiannya, ekstrak etanol 70 persen dari kulit manggis terbukti secara in vitro mampu menghambat aktivitas enzim alfa-amilase yang berperan dalam hidrolisis pati menjadi glukosa.

“Jadi ekstrak kulit manggis berpotensi menurunkan kadar glukosa darah dan bekerja sebagai antidiabetes,” imbuh dia.

Namun hasil penelitian ini perlu dilanjutkan ke tahap in vivo sebelum dikembangkan lebih luas. Artinya, sebelum diproduksi massal, perlu dilakukan standardisasi proses, uji keamanan pangan, serta uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Baca juga: Catatan Kritis Kebijakan Wisata di Balik Tren Micro Tourism

Inovasi minuman kesehatan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Antioksidan dan AntidiabetesKulit Manggis

Editor

Next Post
Hunian sementara desain pakar UGM yang dibangun di Aceh Utara, 31 Desember 2025. Foto Dok. UGM.

Warga Aceh Utara Dilatih Bangun Huntara dengan Desain Sederhana

Discussion about this post

TERKINI

  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media