Rabu, 10 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kupatan Kendeng 2024 Momentum Refleksi Proyek Eksploitatif di Jawa Tengah

Senin, 15 April 2024
A A
Puncak prosesi rutin Kupatan Kendeng 2024, Senin, 15 April 2024. Foto @omahekendeng / X

Puncak prosesi rutin Kupatan Kendeng 2024, Senin, 15 April 2024. Foto @omahekendeng / X

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Aktivitas Vulkanik Gunung Awu di Sulawesi Utara Meningkat

“Sayangnya, tidak mengakomodir kemenangan gugatan warga dan rekomendasi KLHS Pegunungan Kendeng,” kata Joko.

Kini melalui momen Kupatan Kendeng, JM-PPK dengan tanpa lelah terus mengingatkan kepada Pemerintah Pusat, provinsi, dan kabupaten untuk serius menangani bencana yang terus terjadi setiap tahunnya. Bukan hanya mengatasi hilir saja, tetapi harus menyentuh hulu atau sumber dari kebencanaan itu sendiri.

Selain itu, juga memastikan lahan-lahan produktif di Jawa Tengah untuk terus dilindungi dengan kebijakan yang berpihak kepada para petani seperti halnya kemudahan akses pupuk, bibit, dan harga pasar yang saling menguntungkan berbagai pihak.

Baca Juga: Rumah Ditinggal Mudik Terendam Banjir di Bekasi

“Melestarikan Pegunungan Kendeng dengan mengusir pabrik dan tambang menjadi hal yang mutlak wajib dieksekusi oleh pemerintah bersama dengan masyarakat,” tegas Joko.

Tradisi rutin itu dimulai dengan prosesi “Temon Banyu Beras” di sumber mata air Brubulan dan “lamporan” di Pisowanan pada Ahad, 14 April 2024. Kemudian dilanjutkan prosesi “Dono Weweh Kupat Lepat (arak-arakan)” pada hari Senin, 15 April 2024. Lantunan tembang berbahasa Jawa “Pangkur” juga mewarnai prosesi itu.

Baca Juga: Cek Jalur Rawan Bencana Lewat Peta Mudik Aman Lebaran 2024

Pangkur

Lamun tekan iki dina
Isa mangan merga kendeng nguripi
Keparingan cekap cukup
Bab sandang uga boga
Banyu sumber cukup nggo nenandur
Ugo nggo butuh padinan
Sih kurang piye pertiwi

(Jika sampai hari ini kita masih bisa makan, itu karena kendeng telah menghidupi kita. Kita diberi cukup sandang pangan, air mengalir dari sumber untuk mencukupkan keperluan bercocok tanam dan kebutuhan air untuk keseharian. Masih kurang apakah Pertiwi?)

Baca Juga: Program Mudik Minim Sampah 2024 Terintegrasi Mudik Nasional

Yen iseh tetep nyawiyah
Apa pancen nggadhang murkane bumi
Banjir kang dumadi iku
Mung sekedhik pratandha
Ngertenana yen kendeng malati tuhu
Mula tansah rumatana
Larang pangan tan dumadi

(Bila bumi masih tetap dirusak apakah kalian mengharap bumi murka ? Banjir yang sekarang sering terjadi hanyalah pertanda dan peringatan kecil. Ketahuilah bahwa Kendeng itu malati. Rawatlah kendeng dengan baik, agar bahan pangan yang mahal tidak semakin parah). [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: JM-PPKKLHS Pegunungan KendengKupatan Kendeng 2024PP PSNPSNUU Cipta Kerja

Editor

Next Post
Upaya pencarian korban hilang akibat longsor di Tana Toraja, 15 April 2024. Foto Dok. BPBD Tana Toraja.

Semua Korban Jiwa Longsor di Tana Toraja Ditemukan, Operasi Pencarian Dihentikan

Discussion about this post

TERKINI

  • Kerusakan Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) dan rumah warga akibat terdampak gempa bumi M7,8, 8 Juni 2026. Foto BPBD Provinsi Sulawesi Utara.Susulan Gempa Davao hingga Magnitudo 6,7, Puluhan Bangunan di Sulawesi Utara Rusak
    In Bencana
    Senin, 8 Juni 2026
  • Kenaikan air laut di Pantai General Santos di Cotabato Selatan, Filipina pascagempa Davao M7,8, Senin, 8 Juni 2026. Foto Dok. @daryono_eq-talk/X.Gempa Davao M7,8, Muka Air Laut Naik Terpantau di Mindanao hingga Kaltim
    In Bencana
    Senin, 8 Juni 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Krisis Lingkungan yang Dibuat Rezim Saat Ini Dibayar Mahal Generasi Mendatang
    In Lingkungan
    Minggu, 7 Juni 2026
  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media