Senin, 24 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai, ITB Luncurkan Stasiun Isi Ulang Air Minum

Seandainya setiap kampus ada teknologi yang menyediakan isi ulang air minum, berapa banyak sampah botol plastik sekali pakai bisa berkurang?

Sabtu, 21 Oktober 2023
A A
ITB Water Refill Station buatan Dosen ITB. Foto itb.ac.id.

ITB Water Refill Station buatan Dosen ITB. Foto itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – ITB Water Refill Station baru saja diluncurkan di ITB Kampus Ganesha pada 17 Oktober 2023. Stasiun isi ulang air tersebut menggunakan teknologi IGW Membran Ultrafiltrasi yang telah terdaftar untuk komersialisasi melalui Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB.

IGW Membran Ultrafiltrasi merupakan teknologi filtrasi air minum berbasis membran yang menggabungkan empat tahapan proses secara terintegrasi dalam satu alat. Tahap filtrasi utama memanfaatkan membran ultrafiltrasi hollow fiber dengan ukuran pori rata-rata 50 nano meter (nm) yang dilapisi dengan nanopartikel ZnO sebagai agen antibakteri. Membran ultrafiltrasi tersebut dapat memisahkan zat besi (Fe3+), koloid, mikroba, dan partikulat secara efektif.

Alat tersebut juga dilengkapi karbon aktif pada tahap penyaringan awal untuk menghilangkan bau, zat organik, dan sisa klorin bebas. Adapun biokeramik pada tahap pengolahan akhir digunakan untuk mengembalikan kesegaran dan mineral penting dalam air. Biokeramik ini mengandung partikel antibakteri untuk tahap desinfeksi akhir.

Baca Juga: Turbulensi Kehutanan di Indonesia Berlangsung Sejak Lama, Mengapa?

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof. I Gede Wenten yang juga pembuat IGW Membran Ultrafiltrasi menyampaikan, alat tersebut bukan teknologi ultrafiltrasi biasa. Sebab alat tersebut dapat digunakan untuk air PDAM maupun air tanah. Salah satu keunggulannya adalah mempertahankan kandungan mineral dalam air.

“Keuntungannya, mineralnya tetap ada, yaitu monovalen dan bivalen. Monovalen mengandung natrium dan kalsium, bivalen mengandung kalsium dan magnesium,” papar Wenten.

Kehadiran ITB Water Refill Station juga sekaligus kampanye pengurangan botol plastik sekali pakai. Terdapat tulisan “Your Small Acts Can Change The World” pada tabung stasiun isi ulang air tersebut.

Baca Juga: PLTP Gunung Salak Diduga Picu Gempa, Masyarakat Sipil Kirim Surat ke BMKG

“Alat ini bukan hanya untuk air minum tapi sekaligus kampanye terhadap pengurangan sampah plastik,” tutur Agus.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: ITBITB Water Refill Stationkelestarian lingkungansampah plastik sekali pakaistasiun isi ulang air minum

Editor

Next Post
Episenter gempa dangkal guncang Nias Selatan, Sumatera Utara pada Minggu malam, 22 Oktober 2023. Foto Google Earth berdasarkan koordinat BMKG.

Ini Pemicu Gempa Dangkal Guncang Nias Selatan

Discussion about this post

TERKINI

  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
  • Pekan Rakyat Lingkungan Hidup dan KNLH 2026, di Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat, 21 Agustus 2026. (Tim Media PRLH 2026)Pulihkan Indonesia untuk Keadilan Ekologis: Hentikan Sumber-sumber Kerusakan!
    In News
    Jumat, 21 Agustus 2026
  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media