Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

PLTP Gunung Salak Diduga Picu Gempa, Masyarakat Sipil Kirim Surat ke BMKG

Jumat, 20 Oktober 2023
A A
Titik gempa dekat dengan PLTP Gunung Salak.Foto jatam.org.

Titik gempa dekat dengan PLTP Gunung Salak.Foto jatam.org.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gempa 3,2 skala richter terjadi pada tanggal 12 Oktober 2023 dini hari lalu. Pusat gempa di koordinat 6.75 Lintang Selatan dan 106.65 Bujur Timur, 23 kilometer Barat-daya kota Bogor, tepat di tengah lokasi instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Salak.

Gempa tersebut diduga telah dipicu aktivitas sumur-sumur geothermal yang dimiliki PLTP Gunung Salak dengan operator PT Indonesia Power dan kegiatan Star Energy Geothermal Salak, Ltd. Perusahaan tersebut terikat Kontrak Operasi Bersama (Joint Operation Contract) dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Atas kejadian gempa tersebut, warga lingkar tambang panas bumi dari Pulau Flores hingga Jawa Barat dan Banten, bersama jaringan organisasi masyarakat sipil mengirim surat terbuka kepada Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Jakarta. Mereka menuntut agar Kepala BMKG mengeluarkan peringatan bahaya ekstraksi panas bumi.

Baca Juga: Jabar Selatan Rawan Gempa, Badan Geologi: Gempa Garut Akibat Penujaman Sesar

Surat tersebut juga ditembuskan kepada pihak-pihak terkait, yakni Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta.

“Persoalan tersebut bukan hanya membongkar klaim ramah lingkungan yang selama ini dicitrakan tambang geothermal, sehingga dianggap solusi energi kotor dari batu bara dan energi fosil. Tapi juga menjadi penanda agar kita tidak menunggu bencana lanjutan,” tegas narahubung Hema Situmorang dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) melalui siaran pers tertanggal 17 Oktober 2023.

Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Cibeureum Parabakti dengan PLTP Salak yang berlokasi di Parakansalak dan Sukatani, Kecamatan Parakansalak, Sukabumi, mencaplok lahan seluas 102.200 Ha. Wilayah tersebut berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Tinggi dan KRB Menengah, serta melintasi tiga patahan gempa aktif.

Baca Juga: KLHK ke Jerman, Keluhkan UU Anti Deforestasi Uni Eropa yang Mengganjal SVLK

“Tidak ada jaminan hal serupa tidak kembali terjadi atau menyusul yang lebih parah,” imbuh Hema.

Lantas bagaimana dengan 361 sasaran mata bor tambang panas bumi dan 24 proyek PLTP di seluruh kepulauan Indonesia, yang berprospek di jalur rawan gempa vulkanik maupun tektonik dari Sumatra sampai Indonesia Timur?

Selama ini sejumlah bukti telah mereka kantongi. Seperti aktivitas ekstraksi dan pembangkit listrik panas bumi mengakibatkan gempa picuan dan persoalan ekologi sosial lainnya, seperti pencemaran air dan kebocoran gas H2S di lokasi pengeboran sumur Pad 28 milik PT Geo Dipa Energi di Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Baca Juga: Gempa Garut, BMKG: Gempa Dangkal Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bahaya ekstraksi panas bumigeothermalKementerian ESDMpanas bumipertambangan panas bumiPLTP Gunung Salak

Editor

Next Post
Ilustrasi gelondongan kayu hutan. Foto Dok Soetana Hasby.

Turbulensi Kehutanan di Indonesia Berlangsung Sejak Lama, Mengapa?

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media