Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lailan Syaufina: Kebakaran Hutan dan Lahan Menurun Tajam, Diduga Akibat Covid-19

Data Guru Besar IPB University menyebutkan, 99 persen penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah manusia. Hanya 1 persen yang disebabkan faktor alam.

Selasa, 29 Maret 2022
A A
Prof. Lailan Syaufina. Foto ipb.ac.id.

Prof. Lailan Syaufina. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Lailan Syaufina menegaskan bahwa 99 persen faktor penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah akibat ulah manusia dan hanya 1 persen karena faktor alam. Terbukti, dalam dua tahun terakhir (2020-2021), luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menurun tajam.

“Diperkirakan pandemi Covid-19 berpengaruh pada penurunan ini. Didukung juga dengan penguatan upaya pencegahan karhutla yang menjadi prioritas kebijakan pemerintah,” kata Lailan dalam Konferensi Pers Pra Orasi Ilmiah dengan materi berjudul Era Baru Pengendalian Kebakaran Lahan Gambut: Inovasi Tekno-Sosio Mitigasi Karhutla.

Laina menduga, prioritas pengendalian karhutla dengan melakukan pencegahan karena pemerintah telah belajar dari kejadian karhutla pada 2015. Dimana pemerintah telah melakukan perubahan paradigma dalam pengendaliannya.

Baca Juga: Anak Krakatau Kembali Erupsi, Semeru Lontarkan Abu Setinggi 1 Kilometer

Mengingat manusia sebagai pelaku utama karhutla, mitigasi yang paling penting adalah mencegah karhutla oleh manusia. Mitigasi tersebut harus dilakukan melalui pendekatan sosial, termasuk mencari solusi bagi perambah hutan agar tidak melakukan pembakaran hutan.

“Tidak hanya penegakan hukum bagi perambahan hutan, tetapi juga perlu upaya pemberdayaan para perambah hutan dalam pengelolaan hutan atau lahan gambut,” papar Lailan.

Sementara kebakaran pada lahan gambut berbeda dengan kebakaran pada lahan non gambut. Kebakaran lahan gambut sulit dideteksi dan dipadamkan, karena api menjalar di bawah permukaan.  Dampak kebakaran lahan gambut yang paling signifikan adalah dampak emisi dan kabut asap.

Baca Juga: 8 Kali Keguguran, Badak Sumatra di TN Way Kambas Ini Akhirnya Berhasil Melahirkan

Lain menjelaskan, dampak tersebut terjadi karena faktor penyebabnya adalah emisi karbon dan emisi partikel kebakaran lahan gambut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebakaran lahan non gambut. Mengingat kebakaran lahan gambut didominasi oleh fase smoldering yang tidak sempurna, sehingga menghasilkan emisi partikel yang tinggi yang bersatu dengan uap air hasil pembakaran yang menyebabkan kabut asap.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Covid-19IPB UniversitykarhutlaKebakaran hutan dan lahanmitigasipandemiProf. Lailan Syaufina

Editor

Next Post
Pelepasliaran harimau sumatra, Lanustika. Foto menlhk.go.id.

Demi Kembali ke Hutan, Lanustika Menempuh 15 Jam Perjalanan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media