Minggu, 31 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Laksana Tri Handoko: Periset Boleh 1000 Kali Salah, Tapi Tak Boleh Bohong

BRIN dinilai belum menghasilkan inovasi. Namun lebih menitikberatkan pada lisensi dan paten. Mengapa?

Sabtu, 11 Februari 2023
A A
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. Foto lipi.go.id.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. Foto lipi.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dua tahun menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi (BRIN), Laksana Tri Handoko kerap ditanya soal hasil inovasi. Lantaran Handoko diketahui lebih memilih untuk memperbanyak lisensi dan paten daripada melakukan launching hasil inovasi.

“Hasil inovasi ini selalu ditanya banyak orang, termasuk juga Pak Presiden. Saya selalu menjawab, periset itu jangan ditanya hasil inovasi. Tapi tanya lisensinya. Tanya patennya. Kalau ditanya hasil inovasi, nanti dia hanya bikin acara launching saja. Kalau acara launching saja itu gampang, tinggal buat pameran saja. Tapi apakah betul hasilnya jadi dan masuk ke industri?” papar Handoko dalam konferensi pers bertajuk Saatnya BRIN Menjawab di Gedung BJ Habibie, Jakarta, 10 Februari 2023.

Saat ini, Handoko menjelasakan, BRIN tidak terlalu gemar melakukan launching hasil inovasi. Selain berfokus memperbanyak lisensi dan paten, juga membangun riset dan inovasi di industri yang jadi tujuan. Bagi lulusan program magister di Hirosihima University itu, proses tersebut yang penting dan selama ini tidak dilakukan.

Baca Juga: Gempa Turki, Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan Tahap Pertama

“Jadi risetnya kurang meyakinkan karena dikejar-kejar launching. Itu yang tidak kami inginkan lagi. Karena periset itu boleh salah, seribu kali salah boleh. Tapi kalau sekali bohong, itu tidak boleh,” tandas Handoko.

Setiap tahun, BRIN melansir dan menyerahkan royalti kepada periset yang sudah memiliki paten yang sudah dilisensikan. Upaya itu dinilai Handoko lebih konkret dan memberikan dampak ekonomi yang riil daripada sekedar kegiatan launching hasil inovasi.

Periset Harus Berkompetisi

Setelah melakukan integrasi dan konsolidasi, BRIN memiliki tugas dan fungsi sebagai funding agency, executing agency, juga pendukung kebijakan pembangunan berbasis data dan sains. Namun pihaknya memastikan prinsip fairness dan independensi dari fungsi BRIN sebagai funding agency agar tidak ada keistimewaan bagi periset BRIN untuk mendapat pendanaan riset.

Baca Juga: Deformasi Lempeng Laut Maluku Picu Gempa Mag 6 di Kepulauan Talaud

“Mereka harus berkompetisi untuk mendapatkan dana riset. Semua diperlakukan sama,” ujar mantan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu.

Lantaran itu pula, struktur BRIN dari awal sudah memisahkan tugas dan fungsi antara funding agency dengan excuting agency untuk memastikan independensi. Artinya, meskipun semua dalam satu payung dan satu manajeman, tapi fungsinya dipisahkan. Urusan funding dipegang deputi dan yang melakukan riset dipegang organisasi riset. Soal itu ditengarai Handoko, banyak yang belum memahami.

“Riset itu banyak gagalnya. Di semua negara, riset itu harus kompetitif. Kalau riset tanpa kompetisi itu sampah. Kenapa harus kompetisi?” tanya Handoko.

Baca Juga: Gempa Turki, Pesawat Kepresidenan Dioperasikan Evakuasi Korban

Pertama, karena harus memastikan periset itu punya komitmen untuk melakukan riset. Kedua, periset punya rekam jejak, punya kapasitas melakukan hal itu.

Bagi yang belum punya kapasitas bagaimana?

“Ya, harus gabung sama yang lain. Itu yang membuat kami kolaboratif. Kalau tidak kolaborasi, tidak akan menang kompetisi,” tegas Handoko.

Baca Juga: Dadan Nurjaman: Olah Emas Bebas Merkuri agar Limbah Aman Dibuang ke Lingkungan

Sementara skema mobilitas periset merupakan skema baru di Indonesia. Sebelumnya, tak ada periset untuk bisa menggapai hire post doctoral, fellow, research assistant.

“Itu tentu sangat memalukan. Kenapa? Karena skema-skema itu penting untuk menciptakan periset-periset masa depan,” Imbuh Handoko yang mengantongi sejumlah prestasi. Antara lain PII Adhidarma Profesi Award, Penemuan Baru yang Bermanfaat bagi Negara (PB3N), Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa, 101 Inovasi Paling Prospektif, Satyalancana Wira Karya, Achmad Bakrie Award, dan Habibie Award.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: hasil inovasiKepala BRIN Laksana Tri Handokolisensi dan patenResearch and Developmentriset dan inovasiSaatnya BRIN Menjawab

Editor

Next Post
Dampak tanggul limbah tambang batu bara yang jebol di Pulau Bunyu. Foto jatam.org.

Tanggul Limbah Batu Bara di Malinau dan Bunyu Jebol Berulangkali, Jatam Desak Pemerintah Cabut Izin

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media