Senin, 30 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Laksana Tri Handoko: Periset Boleh 1000 Kali Salah, Tapi Tak Boleh Bohong

BRIN dinilai belum menghasilkan inovasi. Namun lebih menitikberatkan pada lisensi dan paten. Mengapa?

Sabtu, 11 Februari 2023
A A
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. Foto lipi.go.id.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko. Foto lipi.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Tiga Masalah Fundamental BRIN

Saat ini ada tiga permasalahan fundamental riset dan inovasi di Indonesia, yaitu rendahnya SDM unggul, infrastruktur, dan anggaran. Persoalan SDM yang dirasa paling berat.

Baca Juga: Gempa di Kota Jayapura Masih Terjadi Pengungsi dan Kerusakan Bertambah

“Membangun SDM perlu waktu. Untuk melahirkan satu ahli nuklir yang lulus S3, kami harus menunggu mereka lulus sekolah lima tahun. Itu berat dan sulit,” ungkap Handoko.

Hampir semua bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di BRIN, menurut Handoko menemui masalah yang sama soal SDM yang rendah. Pemerintah pun membuat program manajemen talenta nasional riset dan inovasi untuk mendorong dan meningkatkan SDM unggul. Salah satunya di bidang riset dan inovasi. Program Manajeman Talenta Nasional di Deputi SDM Iptek membuka 11 ribu kuota untuk manajemen talenta riset, baik degree by research maupun postdoc tiap tahun.

Terbentuknya BRIN diharapkan tidak sekedar mengintegrasikan unit riset di kementerian dan lembaga. Namun mengkonsolidasikan seluruh sumber daya riset, yaitu SDM, infrastruktur, dan anggaran. Juga melakukan perubahan tata kelola dan pola kerja periset secara fundamental.

Baca Juga: Lubang Bekas Tambang di Kukar Makan Korban Lagi, Jatam Desak Ada Sanksi

Mendorong R&D Non Pemerintah

Selain itu, BRIN juga tengah mendorong Research and Development (R&D) non pemerintah, terutama industri, agar semakin besar. Kian besar jumlah R&D non pemerintah menjadi indikator utama kinerja BRIN ke depan.

Salah satu instrumen pendorongnya adalah BRIN telah membuka skema open platform dan kolaborasi riset dengan industri. Juga dukungan adanya regulasi dengan kebijakan super tax deduction bagi industri yang berhasil mengembangkan R&D.

“Itu sudah ada instrumennya. Tinggal kami dorong ke arah sana,” ucap Handoko.

Baca Juga: Gempa Kota Jayapura 9 Februari 2023, Empat Warga Meninggal dan Ratusan Mengungsi

Kebijakan tersebut dinilai dapat memperbaiki ekosistem riset dan inovasi di Indonesia yang selama ini dianggap Handoko tidak berkembang. Meskipun saat ini Indonesia secara ekomoni sudah bagus, tetapi belum cukup bagus bisa lepas dari jebakan income middle trap.

“Nah, pengungkit yang bisa melepas itu hanya riset dan inovasi. Supaya kita tidak sekedar menjual nikel, tapi bisa mengolahnya menjadi value lain. Ini perlu riset, perlu SDM unggul,” sebut Handoko.

Baca Juga: Potensi Perubahan Iklim, Prakirawan Pastikan Data Prakiraan Musim Akurat

BRIN juga menyokong hilirisasi hasil tambang agar bisa disupport. Tidak hanya mendatangkan teknologi dari luar.

“Kami bangun pusat riset teknologi pertambangan di Lampung. Itu fokus kami (mengolah nikel). Memang tidak bisa satu-dua tahun selesai. Ya, Insya Allah, mudah-mudahan tahun depan kami sudah bisa menunjukan perbedaan yang signifikan,” pungkas pakar fisika tersebut. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: hasil inovasiKepala BRIN Laksana Tri Handokolisensi dan patenResearch and Developmentriset dan inovasiSaatnya BRIN Menjawab

Editor

Next Post
Dampak tanggul limbah tambang batu bara yang jebol di Pulau Bunyu. Foto jatam.org.

Tanggul Limbah Batu Bara di Malinau dan Bunyu Jebol Berulangkali, Jatam Desak Pemerintah Cabut Izin

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media